Jumat, 10 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Jumat, 10 Februari 2012 | 12:51 WIB
Malau Bangga, Abangnya Disebut Anak oleh Kapolri
Andy Panroy Pakpahan | Edj | Rabu, 10 Maret 2010 | 21:22 WIB
|
Share:
SERAMBI/BUDI FATRIA Jenazah anggota Brimob Polda Aceh, Bripda Srihandri Kusumo Malau, diusung sebelum dimakamkan di pemakaman umum di Desa Geundring, Mata Ie, Aceh Besar, Sabtu (6/3/2010) malam. Bripda Srihandri Kusumo Malau, gugur dalam pertempuran dengan kelompok teroris di Desa Meunasah Tunong, Kecamatan Seulimuem, Aceh Besar. Dalam sepekan terakhir, operasi pengepungan dan kontak tembak telah mengakibatkan empat anggota polisi gugur, dua anggota jaringan teroris tewas dan 14 lainnya berhasil ditangkap hidup-hidup.

JAKARTA, KOMPAS.com - Welly Wanto Malau mengaku bangga dengan pernyataan Kapolri, Jenderal polisi Bambang Hendarso Danuri yang menganggap sang abang, Brigadir Satu anumerta Srihendrikus Kusumo Malau sebagai anak. Apalagi itu dinyatakan oleh sang Jenderal bintang empat sembari menangis.

"Saya bangga kepada anak-anak saya. Anak-anak saya. Bukan anak-anak buah saya," ujar Welly mengulang perkataan kapolri saat itu, di Mako Brimob Polri, Kelapa Dua, Depok, Rabu (10/3/2010).

"Saya bangga pada Polri dan Kapolri," katanya lagi. Kebanggaan semakin memenuhi relung hati Welly manakala Kapolri mengungkapkan kepadanya dan keluarga bahwa nama sang abang telah dipatrikan di monumen di depan Museum Polri, Jakarta.

Brigadir satu anumerta Srihendrikus Kusumo Malau merupakan salah seorang korban tewas dari anggota kepolisian dalam operasi penggerebekan kelompok teroris di hutan kawasan Bayu, Lamkabeu, Seulieuem, Aceh Besar beberapa waktu lalu. Anggota Brimob Polda Aceh itu tewas bersama dua rekannya, Brigadir anumerta Boas Woisiri dan Brigadir satu anumerta Darmansyah.