JAKARTA, KOMPAS.com- Lajnah Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang merupakan perangkat organisasi di NU yang menangani bidang hisab dan rukyat akan meluncurkan mobil observatorium keliling. Mobil observatorium ini diberi nama Nusantara Mobile Observatory atau NUMO.
Peluncuran mobil observatorium ini dilaksanakan pada pukul 19.00 WIB, Rabu (10/3/2010) malam ini di halaman kantor PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta Pusat.
Sambutan yang sangat baik tentang peluncuran ini diungkapkan oleh calon Ketua PBNU, Shalahuddin Wahid, yang tidak dapat ikut hadir dalam peluncuran ini. "Peluncuran mobil observatorium ini bagus sekali. Dengan adanya, mobil ini diharapkan dapat menumbuhkan minat masyarakat untuk mengetahui tentang astronomi." ujar Gus Sholah ketika dihubungi Kompas.com, Rabu (10/03/2010).
Selain itu, keberadaan mobil observatorium ini diharapkan menjadi upaya yang nantinya dapat mempersatukan munculnya awal bulan, misalnya awal bulan syawal tidak lagi berbeda pihak NU dengan yang lainnya.
"Aturan agama memang harus dijalankan, tapi dengan adanya teknologi mutakhir, akan menjadi sangat baik jika saling melengkapi." tutur Gus Sholah.

