Jumat, 10 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Jumat, 10 Februari 2012 | 14:49 WIB
PBNU Apresisasi Polri
Rachmat Hidayat | msh | Rabu, 10 Maret 2010 | 20:08 WIB
|
Share:

JAKARTA, KOMPAS.com- Salah satu Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Ahmad Bagja memberikan apresiasi kepada Polri atas perburuan para pelaku teror bersenjata saat penggrebekan yang terjadi di Pamulang, Selasa (9/3/2010) kemarin.

Akan tetapi, bangkitnya aliansi teroris ini  membuktikan penanganan terorisme ternyata tidak cukup hanya dengan pendekatan keamanan yang cenderung melahirkan kekerasan. "Kita menghargai keberhasilan Polri dalam menangani teror bersenjata. Bangkitnya aliansi teroris, jelas membuktikan penanganan teroris tidak cukup dengan pendekatan keamanan yang cenderung melahirkan kekerasan dan banyak korban, juga melahirkan trauma dan rasa takut kepada masyarakat," kata Ahmad Bagdja kepada wartawan di kantor PBNU, Jakarta,  Rabu malam ini.

Meski begitu,  Ahmad Bagja menegaskan, PBNU sangatlah menghargai keberhasilan Polri menangani pelaku teroris bersenjata di tanah air. Dikatakan pula, perlunya terus diupayakan penghilangan akar terorisme di tingkat nasional maupun global.

"Rasa keadilan, kemudian tegaknya hukum, peningkatan kesejahteraan adalah pendekatan yang dalam jangka panjang dapat mengatasi terorisme di dalam negeri. Dalam konteks global, harus segera diakhiri dominasi negara besar, politik diskriminatif, dan ekonomi eksploitatif yang tidak menghargai kemerdekaan dan hak-hak bangsa lain. Kasus Timur Tengah, gejolak di Iraq, Afganistan dan lain-lain adalah bukti kasat mata yang memicu tumbuhnya kekerasan dan teror," ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Ahmad Bagja yang juga salah satu kandidat Ketua Umum PBNU ini kemudian menyatakan, terkait dengan rencana kunjungan Presiden Amerika Serikat Barack Obama, menyempatkan berdialog dengan sekitar 50 orang mufti dari seluruh dunia yang hadir dalam Muktamar NU ke-32 di Makassar, 22-27 Maret mendatang.

"Mufti-mufti itu mewakili berbagai mazhab, faham, dan aliran Islam dari berbagai negara di dunia," katanya.

Sementara itu, Ketua Fraksi Partai Demokrat (PD) DPR  Anas Urbaningrum juga memberikan apresiasi  yang tinggi kepada Polri, khususnya kepada Densus 88 yang kembali berhasil melumpuhkan salah satu tokoh teroris, Dulmatin.

"Saya kira keberhasilan ini tidak terkait dan tidak perlu dikaitkan dengan  rencana kunjungan  Presiden Amerika Barack Obama ke Indonesia.  Keberhasilan itu menandakan keseriusan pemerintah dalam menjaga keamanan dalam negeri dan pemberantasan terorisme. Namun demikian, keberhasilan ini tidak boleh membuat Polri dan masyarakat terlena," kata Anas.

"Bibit-bibit terorisme harus diantisipasi dengan cermat. Terorisme tetap harus dianggap dan diawasi sebagai ancaman yang amat serius. Tidak boleh diangap enteng dan dianggap sudah selesai. Kewaspadaan yang serius dan kontinyu adalah pilihan yang terbaik dan bertanggung jawab," ujarnya lagi.

Sumber :
Persda Network