SUKOHARJO, KOMPAS.com — Istiadah, istri tersangka teroris Dulmatin, mengaku hingga saat ini pihaknya belum mendapatkan kabar atau keterangan dari aparat keamanan tentang kematian suaminya.
Istiadah yang sekarang tinggal di Dusun Tulakan, Polokarto, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, memberikan pengakuan singkat itu di tempat tinggalnya yang baru, Rabu (10/3/2010).
Istri Dulmatin tersebut baru dua bulan yang lalu tinggal di Dusun Tulakan, Polokarto. Menurut Kepala Dusun Tulakan Marzuki, Istiadah sebelumnya tinggal di Kebondalem, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah.
Istiadah tinggal di Dusun Tulakan, Polokarto, bersama enam anaknya. Salah satu anaknya lahir di Mindanau.
"Dalam arsip yang diserahkan kepada saya, Istiadah disebutkan menikah dengan seorang pria yang bernama Ammar Usman pada tahun 1995. Pernikahan tersebut tercatat di Kantor Urusan Agama Kecamatan Pemalang," kata Marzuki sambil menambahkan bahwa dalam foto kopi surat nikah yang dilampirkan itu tidak ada foto pasangan tersebut.
Meskipun sudah tinggal di daerah itu selama dua bulan, Istiadah belum memiliki kartu tanda penduduk (KTP) sebab surat kepindahan yang menjadi syarat untuk mendapatkan KTP belum lengkap.
Selama ini pihaknya juga tidak mengetahui latar belakang Istiadah, bahkan dia juga tidak tahu bahwa Istiadah adalah istri dari tersangka teroris karena nama suami di dalam surat nikah ditulis Ammar Usman dan bukan Dulmatin.
"Selama tinggal di daerah sini juga jarang bergaul dan cenderung tertutup. Bahkan, dengan warga sekitar juga tidak bergaul," katanya.
Menurut Marzuki, Istiadah tidak bekerja selama berada di Polokarto. Istiadah juga tidak pernah mengatakan secara terus terang mengenai keberadaan suaminya dan pekerjaannya. Meskipun sempat ditanya mengenai hal itu, Istiadah tetap tidak memberikan jawaban.

