Senin, 28 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Senin, 28 Mei 2012 | 09:35 WIB
Korban Bom Bali: Masih Banyak Teroris yang Bersembunyi
Muhammad Hasanudin | Edj | Rabu, 10 Maret 2010 | 15:45 WIB
|
Share:

Rita Ayuningtyas
Monumen untuk mengenang korban tragedi Bom Bali I di Legian Kuta Bali.

DENPASAR.KOMPAS.com - Korban bom Bali satu yang masih menyimpan trauma atas tragedi kemanusian yang menggemparkan dunia tahun 2002 lalu mengaku lega setelah mendengar kabar tewasnya Dulmatin, salah satu otak pengeboman yang menewaskan 202 jiwa warga asing dan Indonesia tersebut. 

Tumini, salah seorang korban bom Bali tak lupa mengucapkan terima kasih atas kerja keras Polri dalam pemberantasan teroris di Indonesia. Namun Tumini juga mengingatkan kepada Polri agar tak berpuas diri setelah membunuh gembong teroris yang lama menetap di Filipina tersebut. “ Masih banyak teroris yang belum terungkap, mereka masih berkeliaran,” ujar Ibu dua anak ini yang meyakini masih banyak teroris yang bersembunyi di Indonesia.

Tumini yang sempat menjalani perawatan di Australia karena menderita luka bakar serius akibat ledakan bom di Paddys café meminta Polri terus meningkatkan kinerja agar tidak ada lagi aksi-aksi teror di Indonesia. Tumini mengaku terguncang dan trauma jika melihat aksi peledakan bom lagi, seperti yang terakhir terjadi di hotel Ritz Carlton dan JW Marriot Jakarta beberapa waktu lalu. 

“Saya sangat menderita pasca ledakan bom Bali, selain mengalami trauma, saya juga tidak bisa bekerja karena kondisi fisik saya,” ungkap Tumini. Setelah menjalani operasi plastik di Australia, kulit Tumini sangat sensitive terhadap sinar Matahari, sehingga dia tidak leluasa untuk keluar rumah di siang hari.