Minggu, 12 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Minggu, 12 Februari 2012 | 05:45 WIB
Dua Teroris yang Tewas Lainnya Pengawal Dulmatin
Sandro Gatra | hertanto | Rabu, 10 Maret 2010 | 15:08 WIB
|
Share:
KOMPAS IMAGES/DHONI SETIAWAN Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Edward Aritonang menunjukkan tiga foto tersangka teroris, dari kiri ke kanan Dulmatin, Ridwan, dan Hasan Nour di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (10/3/2010).

JAKARTA, KOMPAS.com — Dua anggota teroris lain yang tewas saat penggerebekan di Pamulang, Tangerang Selatan, Selasa (9/3/2010) kemarin, adalah pengawal Dulmatin alias Yahya Ibrahim alias Mansyur alias Joko Pitono, gembong teroris paling dicari di Asia Tenggara. Keduanya tewas ditembak Tim Densus 88 Antiteror karena melawan dengan menembakkan satu peluru jenis FN.

"Dua pengawal Dulmatin, yaitu Ridwan dan Hasan," kata Kepala Polri Jenderal (Pol) Bambang Hendarso Danuri saat jumpa pers di Mabes Polri, Rabu (10/3/2010). Kapolri didampingi para pejabat Polri.

Dissaster Victim Identification (DVI) telah melakukan pemeriksaan ketiga jenazah dengan melakukan pemeriksaan sekunder dan primer. Pemeriksaan sekunder dengan memeriksa ciri-ciri fisik jenazah serta mencocokkan foto sebelum dan setelah tewas. Selain itu, dilakukan pemeriksaan DNA dengan data yang telah dimiliki.

Seperti diberitakan, Hasan dan Ridwan ditembak ketika akan melarikan diri dengan sepeda motor Suzuki Thunder di Gang Asem. Senjata FN yang dipegang pelaku berisi 25 peluru.

Dari tersangka Dulmatin dan kedua pengawalnya, polisi mengamankan berbagai barang bukti, seperti tiga remote delay bom, dua papan PCB kosong, lima lembar tulisan tangan berupa rangkaian elektronik bom, satu note book, sebuah handycam, dua telepon seluler dengan SIM card yang dibeli di Aceh, dan barang bukti lain.