Senin, 28 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Senin, 28 Mei 2012 | 09:16 WIB
Korban Bom Bali Bersyukur atas Tewasnya Dulmatin
Muhammad Hasanudin | wah | Rabu, 10 Maret 2010 | 14:09 WIB
|
Share:

DENPASAR, KOMPAS.com — Tewasnya Dulmatin saat penyergapan teroris di Pamulang disambut gembira para korban selamat tragedi bom Bali pertama. Dulmatin diduga turut menjadi otak pengeboman Sari Club dan Paddys Café di Legian, Kuta, tahun 2002 yang menewaskan 202 jiwa.

Ketua Paguyuban Yayasan Istana Dewata, yang merupakan organisasi anak, istri, dan suami korban bom Bali, Raden Supriyo Laksono, mengaku bersyukur setelah mendengar kabar tewasnya salah satu buronan teroris yang paling dicari itu. ”Saya bersyukur, semoga kematian Dulmatin bisa mengobati kesedihan para korban-korban bom Bali,” ujarnya.

Akibat ledakan bom di Sari Club dan Paddys Café tahun 2002, pria yang akrab disapa Sony ini kehilangan seorang istri yang bernama Lilis. Saat kejadian, Lilis yang akan menjemput dirinya di tempat kerja sedang melewati Jalan Legian dan akhirnya terkena ledakan dahsyat tersebut. Duka Sony semakin mendalam lantaran tak dapat memakamkan istrinya secara utuh karena hanya menemukan tiga potong bagian tubuhnya.

”Saya harap dengan tewasnya Dulmatin dapat menjadi pelajaran bagi teroris-teroris muda yang masih berkeliaran bahwa tindakan mereka justru melanggar perintah agama,” ujar Sony. Dengan tewasnya sejumlah gembong teroris mulai Doktor Azhari, Noordin M Top, hingga Dulmatin, Sony merasa lega dan berharap aparat kepolisian dapat terus mengungkap pelaku teroris yang lain.