Senin, 28 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Senin, 28 Mei 2012 | 09:14 WIB
Pemilu Kepala Daerah
Rekomendasi Pimpinan Pusat Partai Demokrat Ditolak
| Rabu, 10 Maret 2010 | 12:54 WIB
|
Share:

Semarang, Kompas - Sebanyak 17 pimpinan anak cabang Partai Demokrat Kabupaten Semarang, Selasa (9/3), menolak rekomendasi calon bakal bupati dan wakil bupati dari Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat. Mereka menilai rekomendasi itu tak sesuai aturan karena tidak didahului survei, penjaringan calon, maupun musyawarah dengan anak cabang partai.

Penegasan sikap itu disampaikan Muhdiyono, juru bicara 17 pimpinan anak cabang saat ditemui di Kantor DPC Partai Demokrat di Bawen. Disebut-sebut, Danang, nonkader yang masih keluarga dekat pengurus teras Partai Demokrat direkomendasikan sebagai calon wakil bupati, berdampingan dengan Wakil Bupati Semarang Siti Ambar Fathonah.

"Selama ini belum pernah diadakan pertemuan antara DPC Partai Demokrat dengan Pimpinan Anak Cabang soal pilkada di Kabupaten Semarang," ujar Muhdiyono, yang menjabat sebagai Ketua PAC Ungaran Barat.

Para pimpinan anak cabang ini mendesak agar DPP meninjau kembali rekomendasi itu. DPC minta segera diberi keleluasaan memulai proses penjaringan bakal calon. Selain itu, mereka mendesak DPC Partai Demokrat Kabupaten Semarang segera menggelar rapat koordinasi cabang.

Sementara menjelang Pemilu Wali Kota Semarang 2010, perebutan kader partai politik pendukung bakal calon makin sengit. Dikabarkan sejumlah pengurus tingkat ranting Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan membelot dan tidak mendukung pasangan calon PDI-P, Soemarmo HS-Hendi Hendrar Prihadi.

"Saya juga memperoleh laporan seperti itu, ada ranting yang membelot. Tapi, saya belum yakin karena semua masih dalam proses konsolidasi," kata Ketua Badan Pemenangan Pemilu DPD PDI-P Jawa Tengah, Suryo Sumpeno, Selasa (9/3) di Semarang.

Suryo Sumpeno mengatakan, PDI-P berkonsentrasi memenangi sejumlah kabupaten/kota dalam Pilkada 2010 di Jateng. Daerah seperti Kebumen, Purbalingga, Salatiga, Solo, Purworejo, Kota Semarang, Kendal, Wonogiri, serta Sukoharjo jadi indikator kemenangan PDI-P.

Calon wakil wali kota, Hendi Hendrar Prihadi, menyatakan, Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri telah memintanya untuk melakukan konsolidasi di Kota Semarang. "Arahan Ibu Mega jelas, sesama kader tidak boleh saling menjatuhkan, menjelekkan, maupun saling bermusuhan. Sesama kader sebaiknya saling bekerja sama menyukseskan pemenangan pilkada, termasuk Kota Semarang," kata Hendi. (gal/who)