JAKARTA, KOMPAS.com — Dokter Fauzi, tokoh yang namanya banyak disebut dalam kejadian penyergapan tersangka teroris di Gang Asem, Jalan Setiabudi, Pamulang Barat, Selasa kemarin, rupanya bukanlah dokter seperti banyak disebut. Pria yang rumahnya disinggahi tersangka teroris itu adalah seorang mantri kesehatan.
”Ya, bukan dokter sebenarnya, cuma mantri. Cuma karena warga sini kan tahunya kalau yang ngobatin itu dokter, jadi ya kami manggilnya dokter Fauzi,” tutur Rahman, Sekretaris RT 02 RW 05, Rabu (10/3/2010).
Fauzi, yang oleh warga dikenal sopan, bekerja di RSUD Tangerang sebagai mantri kesehatan. Selain bekerja di sana, Fauzi juga membuka praktik bagi warga sekitar di rumahnya. ”Buka praktiknya ya setelah dia pulang kerja saja. Biasanya mulai sore sampai malam,” kata Rahman.
Terhadap pekerjaannya sebagai mantri kesehatan, kata dia, warga yang sakit pun banyak dan kerap datang untuk berobat dengan Fauzi. Mereka biasanya dilayani oleh Fauzi dengan baik. ”Ya, semua dilayani baik-baik saja. Dibantuin, katakanlah begitu. Kalau ada yang biayanya kurang juga dia enggak terlalu maksa,” ungkapnya.
Rahman mengatakan, Fauzi sebelumnya memang dikenal ramah oleh warga. Ia pun aktif dalam berbagai kegiatan lingkungan di RT sekitarnya. Dalam beberapa hari-hari keagamaan, seperti Idul Fitri, Idul Adha, dan lainnya, Fauzi kerap membantu dan menjadi donatur. ”Orangnya ya aktif, dia partner saya juga di sini. Dermawan juga karena sering kasih sumbangan buat warga,” ungkapnya.
Kediaman Fauzi pun boleh dikatakan termasuk ”wah” untuk sekelas mantri kesehatan. Rumahnya di Gang Asem berlantai dua dengan luas lahan sekitar 300 meter persegi. Di sinilah beberapa ”tamu” Fauzi yang diduga tersangka teroris kerap datang dan singgah. ”Kalau curiga ya kami enggak terlalu curiga. Karena kan cuma tamu. Kami juga nyangkanya ya mungkin orang berobat,” tuturnya.

