Senin, 28 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Senin, 28 Mei 2012 | 09:09 WIB
Mardigu: Dulmatin, Teroris Tewas di Pamulang
Hindra Liauw | ksp | Rabu, 10 Maret 2010 | 10:48 WIB
|
Share:

JAKARTA, KOMPAS.com — Pengamat terorisme, Mardigu Wowiek Prasantyo, meyakini, salah satu terduga teroris yang tewas dalam penyergapan polisi di Pamulang, Selasa kemarin, adalah Dulmatin.

Dulmatin, otak di balik aksi bom bunuh diri di Bali pada 2002, bergerak di Indonesia dengan guardian angels, seperti dr Fauzi. Keduanya telah saling mengenal sejak di Poso dan Ambon.
-- Mardigu W Prasantyo

Dikatakan Mardigu, terduga Dulmatin, otak di balik aksi bom bunuh diri di Bali pada 2002, bergerak di Indonesia dengan guardian angels, seperti dr Fauzi. ”Keduanya telah saling mengenal sejak di Poso dan Ambon,” ujar Mardigu saat dihubungi Kompas.com, Rabu (10/3/2010) di Jakarta.

Menurut Mardigu, Dulmatin, yang sedianya bergerak di Mindanao, Filipina, melarikan diri ke Indonesia karena terdesak. Selama lima tahun, Dulmatin terus diburu dan digempur oleh interpol dunia.

”Selain itu, dia (Dulmatin) juga hendak mengalihkan ranah baru di luar Mindanao,” kata Mardigu. Sementara itu, terkait korban tewas lainnya, yang disebut-sebut berinisial YI, Mardigu menduga sosok tersebut adalah Umar Patek. YI tewas ditembak polisi saat penyergapan di Warnet Multiplus, Ruko Puri Pamulang Blok A No 6 di Jalan Siliwangi.

”Ini dilihat dari kebiasaannya, bermain internet. Dia korlap, tidak mungkin berjalan sendiri. Dia seperti Noordin M Top yang dikelilingi dayangnya,” kata Mardigu.