Senin, 28 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Senin, 28 Mei 2012 | 08:56 WIB
Eks GAM Dukung Langkah Polri
Sandro Gatra | msh | Selasa, 9 Maret 2010 | 16:51 WIB
|
Share:

SERAMBI/M ANSHAR
Pasukan Brimob kembali usai melakukan pengepungan kelompok teroris di Desa Lamkabeue, Kecamatan Seulimum, Aceh Besar, Sabtu, (6/3/2010). Dalam sepekan terakhir, operasi pengepungan dan kontak tembak telah mengakibatkan empat anggota polisi gugur, dua anggota jaringan teroris tewas dan 14 lainnya berhasil ditangkap hidup-hidup.

TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com — Kepolisian Republik Indonesia mengegaskan, tidak ada keterlibatan kelompok Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dengan aktivitas kelompok teroris di Aceh. Namun, Polri belum bersedia mengungkapkan mengenai jaringan teroris di Aceh yang anggotanya juga berada di Jakarta dan Jawa Barat.

"Hasil pengejaran tidak terkait anggota GAM atau eks (mantan) GAM," kaat Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Aritonang, saat jumpa pers di Mabes Polri, Selasa (9/3/2010).

Edward menjelaskan, Kepala Polri Jenderal (Pol) Bambang Hendarso Danuri telah bertemu dengan Gubernur Nanggroe Aceh Darussalam Irwandy Yusuf dan Kapolda NAD Irjen Adityawarman untuk membicarakan masalah teroris di Aceh. "Gubernur sudah sampaikan ke masyarakat dan mantan GAM mendukung penuh langkah Polri," jelas dia.

Seperti diberitakan, polisi menangkap 21 orang yang diduga teroris di Aceh, Jakarta, dan Jawa Barat. Tiga orang di antaranya tewas di Aceh. Saat ini polisi bahkan masih memburu puluhan anggota teroris.