Senin, 28 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Senin, 28 Mei 2012 | 08:48 WIB
Farouk: Teroris Sudah Ubah Strateginya
Caroline Damanik | hertanto | Selasa, 9 Maret 2010 | 14:49 WIB
|
Share:
SERAMBI/M ANSHAR Brimob dari Mabes Polri melakukan pergantian dengan pasukan Brimob sebelumnya, sebelum melakukan operasi pengepungan lanjutan terhadap kelompok radikal di kawasan hutan Desa Lam Kabeue, Aceh Besar, Jumat (5/3/2010).

JAKARTA, KOMPAS.com — Aksi terorisme di Aceh baru-baru ini menunjukkan perubahan strategi aksinya. Hal ini disampaikan mantan Gubernur Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) M Farouk di sela peluncuran Soegeng Sarjadi School of Government di Hotel Four Seasons, Selasa (9/3/2010).

Teroris di Aceh terbukti teroris sudah mengubah strateginya, tidak lagi dengan strategi masif dengan ledakan

"Teroris di Aceh terbukti teroris sudah mengubah strateginya, tidak lagi dengan strategi masif dengan ledakan, tapi sudah fokus pada kualitas sasaran. Tak hanya strategi, obyek sasaran juga menunjukkan perubahan," kata Farouk, yang kini aktif sebagai anggota Dewan Perwakilan Daerah, seperti para pejabat pusat ataupun daerah.

Untuk mewujudkannya, gerakan ini lalu merekrut orang-orang baru untuk bergabung. Bukan tak mungkin pula dilanjutkan dengan pelatihan penembak-penembak jitu.

Untuk menanganinya, Farouk merasa belum perlu TNI turun tangan langsung dalam penyelesaiannya di lapangan. Upaya yang paling penting dilakukan adalah dengan melakukan pembaruan spesifikasi pasukan khusus di Brimob, seperti Kopassus, Den Gultor, dan Den 81 yang memiliki, spesifikasi khusus untuk pertempuran kota dan hutan.