Sabtu, 11 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 11 Februari 2012 | 01:12 WIB
Presiden Yudhoyono Terima Penghargaan dari Australia
| Glo | Selasa, 9 Maret 2010 | 12:21 WIB
|
Share:
AFP/ Mark Graham Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Selasa (9/3/2010) siang waktu setempat, menerima penganugerahan tanda kehormatan "Honorary Companion of the Order of Australia" yang diberikan Gubernur Jenderal Persemakmuran Australia Quentin Bryce AC.

JAKARTA, KOMPAS.com — Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Selasa (9/3/2010) siang waktu setempat, menerima penganugerahan tanda kehormatan "Honorary Companion of the Order of Australia" yang diberikan Gubernur Jenderal Persemakmuran Australia Quentin Bryce AC.

Pemberian penghargaan itu dilakukan di kediaman resmi Gubernur Jenderal di Government House Canberra, dalam rangkaian kunjungan kehormatan kenegaraan Presiden Yudhoyono di Australia selama tiga hari.

Penghargaan terhadap Presiden diberikan atas jasanya memperkuat hubungan Australia-Indonesia dan meningkatkan demokrasi dan pembangunan di Indonesia. Presiden dianggap telah berhasil memperdalam dan memperluas hubungan dengan Australia di berbagai bidang, seperti ekonomi, budaya, pendidikan antiterorisme, dan hubungan antarumat.

Presiden juga telah bekerja sama baik dengan Australia dalam stabilitas kawasan dan kemakmuran dalam pertemuan puncak Asia Timur dan APEC, serta telah sukses meningkatkan peran aktif Indonesia dalam isu-isu global seperti di G-20.

Dalam beberapa kejadian seperti serangan teroris di Indonesia dan bencana alam di Indonesia, Presiden telah bertindak cepat dan penuh kemanusiaan dalam menyiapkan kepemimpinan yang dibutuhkan kedua negara untuk bekerja sama yang saling menguntungkan.

Presiden juga telah memimpin hubungan kedua negara dalam memperkuat demokrasi di Indonesia dan menjaga reformasi ekonomi yang telah mendorong keuntungan bagi bangsa Indonesia dan kawasan Asia Tenggara.

Seusai pengalungan medali penghargaan itu, Presiden mengatakan bahwa penghargaan ini merupakan kehormatan bagi dirinya dan berharap bisa memperkuat hubungan kedua negara dan masyarakat ke depan.

Sumber :
antara