JAKARTA, KOMPAS.com — Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla memandang demokrasi bukanlah sistem terbaik di dunia untuk membawa kemajuan maksimal bagi suatu bangsa. Menurutnya, justru apa pun sistem yang dianut bisa membawa kemajuan bagi suatu bangsa.
"Apa pun sistem suatu bangsa akan maju, tergantung siapa pemimpinnya. Pemimpinlah yang menentukan negara itu," tuturnya dalam acara peluncuran buku dan diskusi publik Membangun Daerah, Membangun Republik di Hotel Four Seasons, Jakarta, Selasa (9/3/2010).
Kalla mengatakan, di dunia demokrasi murni dianut oleh Indonesia, India, dan Filipina, tetapi kondisi ketiganya agak kacau dan tidak terlalu maju juga. Singapura dan Malaysia tidak menganut demokrasi, tetapi maju berkat tangan Lee Hsien Loong dan Mahathir Mohammad. China menganut sistem otoriter bisa maju, tetapi Zimbabwe yang juga otoriter malah jatuh.
"Apa pun sistem baik, pemimpinlah yang membangunnya," tegasnya.
Dengan kata lain, Kalla mengatakan sebuah negara butuh kepemimpinan yang berakhlak baik. Sistem tidak bisa membawa kemajuan tanpa pemimpin yang baik dan mempunyai visi ke depan.
