Senin, 28 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Senin, 28 Mei 2012 | 08:31 WIB
Ke Australia, Presiden SBY Ajak 15 Menteri
Suhartono | made | Senin, 8 Maret 2010 | 22:56 WIB
|
Share:

RUMGAPRES/ABROR RIZKI
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono

TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebanyak 15 menteri Kabinet Indonesia Bersatu diajak oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk menyertai perjalanan kunjungan kenegaraan ke Australia dan Papua Nugini. Selain 15 menteri disertakan pula delapan gubernur yang berangkat, Senin (8/3/2010) malam melalui Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta.

Karena pentingnya hubungan, presiden sampai mengajak 15 menteri kabinet dan 8 gubernur.

Para menteri itu diantaranya 2 menko yaitu Menko Perekonomian Hatta Rajasa dan Menko Polhukam Djoko Suyanto. Selanjutnya Menlu Marty Natalegawa, Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng, Sekretaris Kabinet Dipo Alam, Mentan Suswono, Menteri LH Gusti Muhammad Hatta, Mendag Mari Elka Pangestu, Menhan Purnomo Yusgiantoro, dan Ketua BKPM Gita Wirjawan.

Ada pun 8 gubernur yang ikut menyertai Presiden SBY diantaranya Gubernur Papua Barnabas Suebu, Gubernur Papua Barat Abraham Atururi, Gubernur Maluku Karel Albert Ralahalu, Gubernur NTB KH M Zainul Majdi serta Gubernur NTT Frans Lebu Raya.

Pesawat Airbus yang membawa Presiden dan Ibu Negara Ani Yudhoyono lepas landas pukul 22.10 WIB yang disaksikan oleh Wapres Boediono, Mensesneg Sudi Silalahi, dan Gubernur DKI Fauzi Bowo.

Menurut Staf Khusus Presiden Bidang Luar Negeri Dino Patti Djalal, hubungan Indonesia-Australia sangat penting. "Karena pentingnya hubungan, presiden sampai mengajak 15 menteri kabinet dan 8 gubernur. Tentu tujuannya agar hubungan kedua negara bisa ditingkatkan lebih baik lagi," ujarnya.

Dalam catatan perjalanan, Presiden SBY bersama rombongan akan menuju ibu kota Australia, Canberra dan selanjutnya menuju Sydney sampai dengan Rabu (10/3/2010). Di Canberra, Presiden SBY dijadwalkan bertemu dengan PM Australia Kevin Rudd serta tokoh oposisi Australia Tony Abott.

Selanjutnya Kamis (11/3/2010) hingga Jumat (12/3/2010) Presiden menuju ibukota PNG Port Moresby. Selama di negara tersebut, Kepala Negara dijadwalkan bertemu Gubernur Jenderal PNG Paulias Matane dan PM PNG Sir Michael Somare serta menandatangani nota kesepahaman kerja sama antara kedua negara.

Presiden Yudhoyono dijadwalkan tiba kembali di tanah air pada Jumat (12/3/2010) di Bandara Halim Perdanakusuma pukul 15.40 WIB.