Senin, 28 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Senin, 28 Mei 2012 | 08:34 WIB
Malam Ini, Presiden Bertolak ke Australia
Yoni Iskandar | Glo | Senin, 8 Maret 2010 | 10:06 WIB
|
Share:

RUMGAPRES/ABROR RIZKI
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono

JAKARTA, KOMPAS.com — Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan rombongan, Senin (8/3/2010) malam ini sekitar pukul 22.00, akan bertolak ke Canberra untuk mengawali kunjungan (kenegaraan) ke Australia dan Papua Niugini.

Presiden akan berada di Australia sampai tanggal 11 Maret 2010. Selanjutnya Presiden akan berkunjung ke Papua Niugini tanggal 11-12 Maret 2010. Berdasarkan informasi yang dikumpulkan Persda Network, kunjungan ke Australia ini semula direncanakan pada bulan November 2009 setelah menghadiri KTT APEC di Singapura. Namun, karena padatnya kegiatan Presiden di dalam negeri, kunjungan itu ditunda dan akhirnya bisa dilaksanakan pada kesempatan kali ini.

Selama di Australia, Presiden akan melakukan kunjungan kehormatan kepada Gubernur Jenderal Persemakmuran Australia dan melakukan pertemuan dengan Perdana Menteri Kevin Rudd. Kedua pemimpin dijadwalkan untuk membicarakan hubungan dan kerja sama bilateral, serta isu-isu regional dan internasional yang menjadi perhatian masyarakat dunia.

Selanjutnya, Presiden akan menerima Ketua Oposisi Tony Abbot dan menyampaikan pidato di hadapan sidang gabungan Parlemen Australia di Canberra. Selain itu, Presiden pun akan melangsungkan forum bisnis dengan para pengusaha di Sydney.

Staf Khusus Presiden Bidang Hubungan Internasional Dinno Pattijalal mengatakan, kunjungan kenegaraan Presiden Yudhoyono ke Australia mempunyai arti yang strategis untuk menjaga momentum peningkatan hubungan yang selama ini dibangun. Australia adalah negara yang sangat penting bagi Indonesia.

"Presiden Yudhoyono ingin membangun hubungan kerja yang konstruktif serta hubungan pribadi yang erat dengan PM Rudd. Banyak kerja sama yang dapat dilakukan oleh Indonesia dan Australia, seperti dalam bidang ekonomi, lingkungan hidup, dan perubahan iklim serta pembangunan," katanya.

Dino menerangkan, Presiden akan melanjutkan kunjungan ke Papua Niugini pada tanggal 11-12 Maret 2010. Kunjungan ini merupakan kunjungan yang kedua sejak dibukanya hubungan diplomatik dengan Papua Niugini tahun 1975.

Kunjungan pertama dilakukan oleh mantan Presiden Soeharto pada tahun 1979. Sementara PM Papua Niugini Michael T Somare telah dua kali melakukan kunjungan kerja ke Indonesia, yaitu saat pertemuan UNFCCC di Bali pada bulan Desember 2007 dan pertemuan CTI Summit di Manado pada bulan Mei 2009.

"Indonesia-PNG memiliki hubungan yang sangat strategis, terutama karena wilayah kedua negara berbatasan langsung. Kondisi tersebut rawan menimbulkan masalah perbatasan. Namun, isu tersebut selama ini berhasil ditangani melalui forum Joint Border Committee yang dilangsungkan setiap tahunnya. PNG tercatat senantiasa konsisten mendukung integritas NKRI dan dalam isu-isu lainnya di forum regional maupun internasional," ujarnya.

Kunjungan kenegaraan Presiden ke Papua Niugini dimaksudkan untuk lebih meningkatkan hubungan dan kerja sama bilateral kedua negara, terutama di bidang ekonomi dan perdagangan yang memiliki potensi besar untuk ditingkatkan.

Selama di Papua Niugini, Presiden dijadwalkan akan melakukan kunjungan kehormatan kepada PM Somare dan dilanjutkan dengan pertemuan bilateral. Presiden akan kembali ke Tanah Air pada hari Jumat tanggal 12 Maret 2010 siang hari.