Jumat, 10 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Jumat, 10 Februari 2012 | 17:00 WIB
Presiden: Demokrasi Perlu Kesantunan
| made | Sabtu, 27 Februari 2010 | 09:01 WIB
|
Share:

RUMGAPRES/ABROR RIZKI
Pidato Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1431 H di Istana Negara, Jakarta, Kamis (25/2/2010) malam.

TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com- Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengajak bangsa Indonesia meneladani Rasulullah Muhammad SAW yang dengan kearifannya membangun tatanan masyarakat demokratis, rukun, dan harmonis di antara umat sekalipun berbeda pandangan dan keyakinan.

”Perilaku Rasulullah yang santun dan penuh etika haruslah menginspirasi kita dalam mewujudkan demokrasi di Tanah Air,” ujar Presiden Yudhoyono pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Istana Negara, Jakarta, Kamis (25/2/2010) malam.

Turut hadir dalam peringatan Maulid Nabi ini Wakil Presiden Boediono dan Ny Herawati Boediono, para menteri, dan duta besar negara-negara sahabat.

Presiden menegaskan, dalam pengembangan demokrasi dan kehidupan politik, bangsa Indonesia seharusnya mencontoh Nabi Muhammad SAW yang dapat menerapkannya dengan arif dan bijaksana, tetapi dengan tetap menjunjung tinggi kerukunan dan keharmonisan antarumat.

”Demokrasi yang kita bangun harus menjauhkan diri dari tirani kekuasaan dan golongan kuat serta bentuk-bentuk pemaksaan kehendak yang justru merusak rasa keadilan,” tutur Presiden, yang juga didampingi Ny Ani Yudhoyono.

Presiden menambahkan, prinsip dasar musyawarah untuk mufakat demi kebaikan rakyat dan negara masih memiliki tempat di alam reformasi dewasa ini. Demokrasi yang dibangun adalah demokrasi yang disertai amanah. ”Demokrasi juga harus kita tunjukkan dengan penuh etika dan kesantunan serta tetap menjunjung tinggi akhlaqul karimah, bukan demokrasi yang sarat dengan dendam dan permusuhan serta saling menjatuhkan,” paparnya.

Presiden juga mengajak masyarakat Muslim di Indonesia untuk membangun tatanan yang menerapkan prinsip Islam, demokrasi, dan modernitas berjalan seiring dengan damai. (DAY)

 

Berita selengkapnya baca di http://cetak.kompas.com/ atau klik berita terkait dengan judul sama

Sumber :
Kompas Cetak