Senin, 28 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Senin, 28 Mei 2012 | 14:14 WIB
PMI Targetkan Empat Juta Kantong
| bnj | Jumat, 26 Februari 2010 | 19:23 WIB
|
Share:

DHONI SETIAWAN

BENGKULU, KOMPAS.com - Palang Merah Indonesia (PMI) menargetkan dua tahun ke depan akan memenuhi kebutuhan Empat juta kantong darah atau dua persen dari jumlah penduduk Indonesia sekitar 240 juta jiwa.

"Saat ini kita baru bisa penuhi 50 persen atau dua juta kantong darah dari kebutuhan empat juta kantong per tahun, namun dua tahun ke depan mudah-mudahan kuota ini terpenuhi," kata Ketua Umum Pengurus Pusat PMI Jusuf Kalla saat kunjungan kerja di Bengkulu, Jumat (26/2/2010).

Daya simpan darah di bank darah juga masih terbatas yakni dua hari dan akan ditingkatkan menjadi empat hari.

Selain memenuhi kebutuhan darah, salah satu program jangka panjang PMI adalah pembuatan pabrik kantong darah yang selama ini masih impor.

Menurut Jusuf Kalla kesadaran masyarakat untuk menyumbangkan darah masih perlu ditingkatkan dan metode yang digunakan selama ini harus dikembangkan.

"Selama ini kita cenderung menunggu pendonor dengan lokasi yang spesifik, tapi ke depan kita akan mendekati pendonor dengan membuka unit transfusi darah dekat dengan aktivitas masyarakat seperti di mal, pasar, dan tempat lain," katanya.

Ketua PMI Provinsi Bengkulu Syukur Alwi mengatakan saat ini PMI Bengkulu masih kekurangan 300 kantong darah dari kebutuhan 500 kantong darah perbulan.

Ia mengtatakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Bengkulu, PMI baru didukung oleh empat unit transfusi darah (UTD) cabang yakni UTD cabang Kota Bengkulu, Bengkulu Utara, Rejang Lebong, dan Bengkulu Selatan.

"Untuk memenuhi kebutuhan darah, kami membutuhkan unit transfusi darah daerah (UTDD) untuk mendukung keberadaan UTD cabang. Saat ini kami masih kekurangan 300 kantong darah perbulan," katanya.

Sekretaris PMI cabang Bengkulu Selatan Mustafa Lufti mengatakan pihaknya masih kekurangan 150 kantong darah perbulan dan saat ini belum memiliki bank darah sehingga darah tersebut disimpan di dalam kulkas.

"Karena kami tidak memiliki bank darah terpaksa darah disimpan di kulkas, untuk itu kami mohon bantuan pengadaan bank darah," katanya.

Menanggapi hal itu Gubernur Bengkulu Agusrin M Najamudin minta agar PMI provinsi menggelar rapat koordinasi khusus membahas program pemenuhan kebutuhan darah di daerah ini.

"Khusus untuk bank darah nanti akan kita programkan pengadaannya, tidak perlu menunggu bantuan dari PMI pusat," katanya.

Sumber :
ANT
Advertorial
»