MEDAN, KOMPAS.com - Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla mengatakan Medan adalah daerah yang paling sedikit menyediakan donor darah secara nasional. "Tadi saya melihat tidak ada persediaan darah di Medan, kosong," kata Jusuf Kalla ketika mengunjungi Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Kota Medan, Kamis (25/2/2010).
Kalla mengaku telah berkeliling dan menemui pengurus UTD di 14 provinsi di Indonesia untuk mengetahui ketersediaan kantong di daerah itu. Dari 14 ibu kota provinsi yang dikunjungi itu, UTD PMI Kota Medan yang dinilai paling sedikit memiliki persediaan kantong darah.
Mantan Wapres ini meniliai kondisi itu sangat berbahaya dalam upaya memberikan bantuan terhadap kondisi mendesak yang mungkin terjadi di Kota Medan.
Kalla mencontohkan kecelakaan, musibah atau demam berdarah, penangannnya harus membutuhkan kantong darah yang cukup banyak. Begitu juga dengan kemungkinan seorang wanita yang melahirkan tetapi mengalami pendarahan sehingga harus membutuhkan kantong darah secepat mungkin. "Kalau itu terjadi bahaya sekali. Nggak bisa diatasi (PMI) Medan," katanya.
Idealnya, kata Jusuf Kalla, setiap UTD PMI itu harus memiliki persediaan minimal 150 kantong setiap hari sebagai persiapan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan. "Tapi buktinya, di Medan tidak ada," kata mantan Ketua Umum DPP Partai Golkar itu.
Jusuf Kalla mengharapkan PMI Kota Medan melakukan pendekatan dan penyuluhan kepada masyarakat agar bersedia menjadi pendonor darah. Salah satunya dengan cara membuat unit-unit penjaringan darah di tempat-tempat keramaian masyarakat seperti di mal, kampus dan rumah ibadah. "PMI harus bisa mendekati masyarakat," katanya.
Secara nasional, menurut Kalla, PMI juga mengalami kekurangan persediaan darah yang kebutuhan sekitar empat juta kantong darah per tahun. "Namun yang mampu dikumpulkan PMI tidak sampai dua juta kantong," katanya.

