JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring tidak mau mengatakan bahwa Partai Keadilan Sejahtera (PKS) telah melanggar pakta integritas koalisi. Menurut Tifatul, memanasnya suhu politik akhir-akhir ini lantaran adanya kesalahpahaman semata. "Ini kan ada salah paham. Ya diperbaiki saja," kata Tifatul saat ditemui sebelum sidang kabinet di kantor Presiden, Kamis (25/2/2010).
Sejak mengundurkan diri sebagai Presiden PKS, menurut Tifatul, semua urusan internal partai ditangani para pengurus khususnya pengurus DPP.
Tifatul memang mengaku dirinya tahu isi kontrak politik yang ditandatangani PKS saat memutuskan berkoalisi dengan Demokrat dan SBY. Soal PKS yang dianggap berkhianat terhadap koalisi lantaran menyebut nama Sri Mulyani dan Boediono sebagai pihak yang harus bertanggung jawab dalam kasus Bank Century, pria berjenggot ini menyerahkan sepenuhnya kepada PKS.
"Pembicaraan masalah itu internal saja, saya tidak ingin memprovokasi, ini koalisi masih jalan terus, masih bisa diperbaiki," terangnya.
Ia yakin koalisi pemerintah saat ini masih sehat dan hanya diwarnai banyak salah paham. Upaya perbaikan komunikasi masih bisa dilakukan.
Isu akan adanya perombakan kabinet terkait dengan banyaknya partai koalisi yang 'ingkar janji' menurut Menkominfo Tifatul Sembiring, koalisi masih bisa diperbaiki. "Ini koalisi masih bisa diperbaiki," katanya.
Apakah Tifatul siap dicopot jika keputusan politik Presiden SBY mengharuskan demikian? Ia hanya menjawab singkat, "Kalau gajah bertelur gede banget."

