JAKARTA, KOMPAS.com - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) siap menjembatani islah di tubuh PKB menyusul akan dilaksanakannya Muktamar ke 32 NU di Makassar awal Maret ini. Sejak PKB terpisah menjdi PKB kubu Muhaimin Iskandar dan PKB kubu KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur sampai saat ini usaha islah tetap diupayakan. Hanya belum bisa menyatukan keduanya.
Demikian dikatakan Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama, Nasarudin Umar yang juga menjabat sebagai Dirjen Binbaga Islam Kementerian Agama. "Islah itu kapan dari mana pun juga harus ada. Bahkan di agama lain juga harus ada islah. PBNU merasa terpanggil. Antara warga negara lain juga difasilitasi, dia mediator," ujar Nasarudin yang tercatat sebagai Katib 'Am PBNU, Senin (22/2/2010).
Nasarudin mengakui tradisi NU selama ini kerap memediatori atau mengislahkan kedua kubu yang bertentangan. Namun lain halnya jika mengislahkan kedua kubu yang lahir dari induk NU sendiri. "Memang agak rumit, karena gampang mengislahkan di luar kelompok," ujarnya.
Namun, sambung dosen UIN Syarif Hidayatullah ini, PBNU tetap optimis akan memberikan orangnya yang terbaik dalam mengislahkan dua pihak berbeda yang sebelumnya dimandatkan kepada HM Rozy Munir. Rozy selama ini dikenal sebagai orang yang intens menjembatani pihak yang berbeda.
Dikatakan Nasarudin, Rozy memiliki banyak gagasan. Tak heran, meski namanya asing di telinga publik, tidak demikian di kalangan kaum Nahdliyin, khususnya mereka yang berada di PBNU. "Dia satu faktor sangat penting dari NU," pungkasnya.
Sementara salah satu pendiri PKB Khofifah Indarparawangsa mengatakan harus dipisahkan antara PKB dan NU. Meski PKB lahir dari ideologi NU. Khofifah sendiri nampak tidak mau banyak mengomentrasi soal PKB apalagi yang kini posisinya terpecah belah.
Hanya saja mantan Menteri Pemberdayaan Perempuan tersebut menilai pecahnya PKB telah menurunkan suara kalangan Nahdliyin dalam pemilu belakangan. Sehingga pecahan suara jadi tidak terkontrol. Misalnya ketika masih utuh suara PKB menjulang tinggi. "Suara itu bisa menjadi 5 persen turunnya cukup signifikan," pungkasnya.

