Setoran Awal Biaya Haji Naik Jadi Rp 25 Juta - Kompas.com

Setoran Awal Biaya Haji Naik Jadi Rp 25 Juta

Kompas.com - 12/02/2010, 07:42 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Agama menaikkan setoran awal biaya perjalanan ibadah haji reguler dari Rp 20 juta menjadi Rp 25 juta. Kebijakan itu untuk menyiasati kenaikan jumlah daftar tunggu keberangkatan haji yang begitu cepat.

Menteri Agama Suryadharma Ali, Kamis (11/2/2010) kemarin mengatakan, kenaikan setoran awal Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH) itu diberlakukan mulai Maret 2010. ”Bagi yang mendaftar sebelumnya, setoran awal BPIH masih tetap Rp 20 juta,” katanya.

Setoran awal haji khusus pun turut dinaikkan sekitar 33 persen. Jika tahun lalu setoran BPIH khusus ditetapkan sebesar 3.000 dollar AS, tahun ini Kementerian Agama menetapkan 4.000 dollar AS.

Suryadharma menjelaskan, kenaikan setoran awal BPIH itu untuk mengerem jumlah warga yang masuk daftar tunggu. ”Masyarakat yang mendaftar semakin banyak sehingga daftar tunggunya pun semakin banyak. Kenaikan setoran diharapkan bisa mengerem,” ujarnya.

Menurut Sekretaris Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemnag A Ghafur Djawahir, saat ini sudah lebih dari 900.000 warga yang masuk dalam daftar tunggu. Jumlah itu akan terus bertambah karena setiap bulan ada 40.000 warga yang mendaftar perjalanan haji.

Hingga akhir Januari, total jumlah setoran awal BPIH reguler lebih dari Rp 18,8 triliun, sedangkan setoran BPIH khusus 73 juta dollar AS. Namun, Kemnag belum menetapkan kenaikan BPIH itu. ”Nanti kami bicarakan dan hitung bersama DPR,” kata Suryadharma.

Sementara itu, Ketua Komisi VIII DPR Abdul Kadir Karding mengatakan, masalah penting yang harus segera ditangani adalah pemondokan, antara lain kurang layak. Menteri Agama mengatakan akan terus meningkatkan pelayanan. Pemondokan terjauh ditargetkan 4.000 meter dari Masjidil Haram. (NTA)


EditorGlo

Terkini Lainnya

Elektabilitas Jokowi Turun, PDI-P Akui Sektor Ekonomi Belum Optimal

Elektabilitas Jokowi Turun, PDI-P Akui Sektor Ekonomi Belum Optimal

Nasional
Dituding Penyebab Banjir, PGE Membantah dan Mengaku Juga Jadi Korban

Dituding Penyebab Banjir, PGE Membantah dan Mengaku Juga Jadi Korban

Regional
Tak Terima Saudaranya Meninggal di RS, Keluarga di India Blokade Jalan

Tak Terima Saudaranya Meninggal di RS, Keluarga di India Blokade Jalan

Internasional
Anies Baswedan Dilaporkan ke Polisi Terkait Penutupan Jalan Jatibaru

Anies Baswedan Dilaporkan ke Polisi Terkait Penutupan Jalan Jatibaru

Megapolitan
Lagi-lagi, Saksi Bicara soal Pemberian untuk Adik Gamawan Fauzi Terkait Proyek E-KTP

Lagi-lagi, Saksi Bicara soal Pemberian untuk Adik Gamawan Fauzi Terkait Proyek E-KTP

Nasional
Sembunyikan Sabu di Celana Dalam, Pengedar Sabu Akhirnya Ditangkap di Kediri

Sembunyikan Sabu di Celana Dalam, Pengedar Sabu Akhirnya Ditangkap di Kediri

Regional
Perjuangan Petugas 6 Jam Padamkan Kebakaran di Matahari Kudus

Perjuangan Petugas 6 Jam Padamkan Kebakaran di Matahari Kudus

Regional
Musnahkan Barang Tangkapan, Bea dan Cukai Kepri Bakar Ribuan Barang Elektronik dan Sembako

Musnahkan Barang Tangkapan, Bea dan Cukai Kepri Bakar Ribuan Barang Elektronik dan Sembako

Regional
Enam Poin Penting yang Terungkap dari Rekaman Johannes Marliem soal E-KTP

Enam Poin Penting yang Terungkap dari Rekaman Johannes Marliem soal E-KTP

Nasional
Petugas KPK Jaga Rumah Novel 24 Jam Selama Sepekan

Petugas KPK Jaga Rumah Novel 24 Jam Selama Sepekan

Megapolitan
Kembangkan Sektor Hiburan, Arab Saudi Siapkan Dana Rp 875 Triliun

Kembangkan Sektor Hiburan, Arab Saudi Siapkan Dana Rp 875 Triliun

Internasional
'Underpass' Kartini Rampung, Satu Lajur Mulai Dioperasikan

"Underpass" Kartini Rampung, Satu Lajur Mulai Dioperasikan

Megapolitan
Argentina Sita Kokain Senilai Rp 683 Miliar dari Kedubes Rusia

Argentina Sita Kokain Senilai Rp 683 Miliar dari Kedubes Rusia

Internasional
Dipecat via WhatsApp, Dua ABK di NTT Tidak Diberi Pesangon

Dipecat via WhatsApp, Dua ABK di NTT Tidak Diberi Pesangon

Regional
Isu Penyerangan Pemuka Agama Jadi Liar, Adakah yang Menunggangi?

Isu Penyerangan Pemuka Agama Jadi Liar, Adakah yang Menunggangi?

Nasional

Close Ads X