JAKARTA, KOMPAS.com - Asosiasi Hutan Tanaman Rakyat Mandiri Indonesia (AHTRMI) didukung oleh Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Kehutanan, Kementerian Pertanian, dan Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi mencanangkan program baru Hutan Tanaman Rakyat (HTR) terkait upaya penyelamatan dan pelestarian hutan-hutan di Indonesia. Program ini siap disosialisasikan sekaligus direalisasikan di 33 provinsi di Indonesia. "Program ini akan disosialisasikan ketiga puluh tiga provinsi di Indonesia. Di 33 provinsi tersebut kami akan melaksanakan penanaman tanaman rakyat pada lahan seluas 5,4 juta hektare yang sudah disiapkan Dephut. Aksi penanaman HTR ini diperkirakan bisa membuka peluang kerja bagi 200 ribu kepala keluarga di seluruh Indonesia," papar Basyaruddin Siregar, Ketua Umum AHTRMI saat ditemui seusai konferensi pers di Hotel Sultan Jakarta, Rabu (10/2/2010).
Di samping tur ke-33 provinsi untuk mengkampanyekan program HTR ini, AHTRMI juga akan melakukan tur keliling Asia Pasifik untuk mempromosikan hutan-hutan di Indonesia. Pprogram penyelamatan dan pelestarian hutan ini ternyata dibiayai oleh tiga perusahaan rokok terbesar di Indonesia, yakni Gudang Garam, Jarum Super, dan Mild.
Terkait dengan kampanye program HTR ini, AHTRMI juga menggelar pameran dan seminar HTR mulai tanggal 15 hingga 17 Februari 2010 nanti. Melalui acara tersebut, AHTRMI berharap akan ada perusahaan-perusahaan, terutama yang bergerak di bidang kehutanan dan lingkungan, yang tertarik ikut berkontribusi mendukung pelaksanaan program HTR.

