JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua DPP Partai Demokrat Benny K Harman mempertanyakan pernyataan Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie alias Ical yang mengatakan bahwa dia tak bisa diancam, termasuk dengan wacana reshuffle kabinet. Golkar bahkan menyatakan siap jika Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melakukan reshuffle.
Sekjen Demokrat Amir Syamsuddin mengusulkan wacana reshuffle kepada Presiden SBY karena menilai langkah mitra koalisi di Pansus Century sudah kelewatan. "Enggak ada soal ancam-mengancam. Siapa yang mengancam? Soal reshuffle itu soal biasa. Sepengetahuan saya, apa yang disampaikan Sekjen Demokrat bukan untuk mengancam. Apa yang beliau ungkapkan itu untuk mengingatkan kohesitas koalisi pendukung pemerintah SBY," ujar Benny pada Rabu (10/2/2010) di Gedung DPR, Jakarta.
Ia juga mempertanyakan pernyataan Ical bahwa Golkar hanya berkoalisi dengan SBY, bukan dengan Demokrat. "Logika politik apa itu. Saya rasa SBY identik dengan Demokrat, semua orang tahu. Koalisi dengan SBY adalah koalisi dengan Demokrat," katanya. Benny juga mengatakan, posisi masing-masing partai peserta koalisi adalah sama, tidak ada hubungan atas dan bawah.

