KOMPAS
Senin, 22 Maret 2010 Selamat Datang  |     |  
Formappi
Dampak Fatal apabila "Resuffle" Tetap Dieksekusi
Selasa, 9 Februari 2010 | 18:15 WIB
KOMPAS/ALIF ICHWAN
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Boediono berfoto bersama dengan anggota Kabinet Indonesia Bersatu II di tangga Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (22/10), seusai pengambilan sumpah jabatan di Istana Negara.
TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com - Menanggapi isu resuffle kabinet yang mencuat menyusul isu evaluasi koalisi jelang 100 hari pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan wapres Boediono, Forum Masyarakat Peduli Parlemen (Formappi) berpendapat bahwa resuffle kabinet akan menimbulkan guncangan politik luar biasa yang berdampak besar bagi pemerintahan SBY-Boediono. Hal itu disampaikan Koordinator Formappi, Sebastian Salang usai jumpa pers di kantor Formappi, Jalan Matraman Raya, Jakarta, Selasa (9/2/2010).

"Kalau Demokrat meresuffle, justru dampaknya akan fatal. Maka, lebih dari separuh anggota kabinet yang diresuffle. Ini kegoncangan politik luar biasa dan sangat besar dampaknya," ujar Sebastian.

Menurutnya, jika benar resuffle kabinet dilakukan berdasarkan pengaruh pandangan awal partai koalisi yang bertentangan dengan Partai Demokrat terkait kebijakan bail out Bank Century, maka, formasi gabungan Demokrat dan PKB yang satu pendapat di Pansus Century itu tak cukup kuat untuk bergerak di parlemen.

"PKB dan Demokrat belum punya pengalaman untuk konsolidasi politik di parlemen. Maka kami perkirakan SBY akan berpikir seribu kali mengeluarkan Golkar dan PKS dari koalisi," imbuh Sebastian.

Meskipun demikian, lanjut Sebastian, tak tertutup kemungkinan Partai Demokrat akan menggelar evaluasi koalisi. Diberitakan sebelumnya, partai Demokrat tak segan-segan mengusulkan resuffle kabinet kepada presiden karena manuver-manuver politik sejumlah partai koalisi dinilai tidak layak.

Penulis: C12-09   |   Editor: jimbon Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.