
JAKARTA, KOMPAS.com - Menanggapi isu resuffle kabinet yang mencuat menyusul isu evaluasi koalisi jelang 100 hari pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan wapres Boediono, Forum Masyarakat Peduli Parlemen (Formappi) berpendapat bahwa resuffle kabinet akan menimbulkan guncangan politik luar biasa yang berdampak besar bagi pemerintahan SBY-Boediono. Hal itu disampaikan Koordinator Formappi, Sebastian Salang usai jumpa pers di kantor Formappi, Jalan Matraman Raya, Jakarta, Selasa (9/2/2010).
"Kalau Demokrat meresuffle, justru dampaknya akan fatal. Maka, lebih dari separuh anggota kabinet yang diresuffle. Ini kegoncangan politik luar biasa dan sangat besar dampaknya," ujar Sebastian.
Menurutnya, jika benar resuffle kabinet dilakukan berdasarkan pengaruh pandangan awal partai koalisi yang bertentangan dengan Partai Demokrat terkait kebijakan bail out Bank Century, maka, formasi gabungan Demokrat dan PKB yang satu pendapat di Pansus Century itu tak cukup kuat untuk bergerak di parlemen.
"PKB dan Demokrat belum punya pengalaman untuk konsolidasi politik di parlemen. Maka kami perkirakan SBY akan berpikir seribu kali mengeluarkan Golkar dan PKS dari koalisi," imbuh Sebastian.
Meskipun demikian, lanjut Sebastian, tak tertutup kemungkinan Partai Demokrat akan menggelar evaluasi koalisi. Diberitakan sebelumnya, partai Demokrat tak segan-segan mengusulkan resuffle kabinet kepada presiden karena manuver-manuver politik sejumlah partai koalisi dinilai tidak layak.