JAKARTA, KOMPAS.com — Isu pergantian menteri atau reshuffle yang dilontarkan Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat Amir Syamsuddin baru-baru ini direspons dengan berbagai sikap oleh sejumlah menteri yang berasal dari partai politik.
Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad, yang kini masih menjadi Ketua DPP Partai Golkar Bidang Kemahasiswaan dan LSM, saat ditanya pers seusai menghadiri acara Temu Nasional Ketenagakerjaan dan Ketransmigrasian di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Selasa (9/2/2010) sore, justru ngacir.
"Jangan, jangan saya. Pak Hidayat saja," ujar Fadel sambil berjalan cepat meninggalkan Istana Wapres menuju mobilnya.
Adapun Menteri Perindustrian MS Hidayat, yang ditunjuk Fadel, menyatakan siap jika dia memang ditarik dari jabatannya.
"Menteri itu, kan, jabatan politik. Jadi, keputusan politik apa pun, tiap menteri seperti saya ya harus siap untuk diminta bekerja terus ataupun diminta mundur demi alasan dan untuk kepentingan politik," kata Hidayat.
Sementara itu, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar, yang juga Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), menilai tidak ada urusan dengan isu reshuffle.
"Tidak ada urusan dengan soal reshuffle. PKB itu kan lurus-lurus saja," ujar Muhaimin, yang akrab dipanggil Cak Imin.
Namun, Cak Imin, menyatakan lagi, "Kami punya komitmen (koalisi) yang sudah teruji. Kalau sudah bareng ya bareng, tidak usah pakai tekanan-tekanan ini itu (reshuffle)."

