KOMPAS/TOTOK WIJAYANTOWakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso (depan kedua dari kiri) berfoto bersama empat pimpinan Panitia Khusus Hak Angket Century (dari kiri), T Gayus Lumbuun (PDI-P), Idrus Marham (Partai Golkar), Mahfud Sidiq (PKS), dan Yahya Sancawirya (PD).
JAKARTA, KOMPAS.com - Forum Masyarakat Peduli Parlemen (Formappi) berpendapat, pandangan awal fraksi di Pansus Angket Bank Century terhadap salah benarnya kebijakan bail out, banyak dipengaruhi faktor politik di luar Pansus. Hal itu disampaikan koordinator Formappi, Sebastian Salang, saat jumpa pers di kantor Formappi, Jalan Matraman Raya, Jakarta, Selasa (9/1/2010).
Pandangan awal fraksi Partai Persatuan Pembangunan yang cukup mengejutkan oposisi karena menegaskan adanya 14 pelanggaran itu misalnya, dinilai Sebastian sangat dipengaruhi tekanan politik di luar Pansus seperti masalah internal partai. "Misalnya PPP terjadi perubahan sikap setelah rakernas, dan beberapa hari sebelum pengumuman sikap, ada petinggi PPP dipanggil KPK dan ada beberapa orang partai yang berpikir keluar koalisi," katanya.
Pandangan awal PPP yang menyatakan adanya pelanggaran hukum dan perbankan dalam kebijakan bail out tersebut juga dinilai Sebastian sebagai investasi jangka panjang partai dalam mendapat kepercayaan publik. Apalagi, selama ini masyarakat memberi harapan besar pada Pansus untuk membuka apa adanya persoalan skandal Century.
Karena faktor eksternal yang dapat mempengaruhi pandangan fraksi tersebut, Sebastian berpendapat, sikap para fraksi yang disampaikan kemarin belum merupakan sikap akhir dan masih terbuka kemungkinan berubah. Meskipun begitu, lanjutnya, Formappi sebagai Lembaga Swadaya Masyarakat yang mengkritisi parlemen menyatakan sikap optimis bahwa pandangan awal fraksi akan konsisten hingga akhir.

