JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Ketua DPR Pramono Anung mengatakan, kedatangan Presiden Amerika Serikat Barack Obama ke Indonesia pada pertengahan Maret tak akan membawa pesan besar. Mantan Senator Illinois itu diyakini hanya ingin bernostalgia akan masa kecilnya yang pernah dilalui di Indonesia.
"Kedatangan Obama tidak akan membawa pesan luar biasa. Kalau kita lihat, secret service-nya lebih sibuk di SD Menteng, menunjukkan kedatangannya hanya untuk bernostalgia sebagai orang yang hidup di Indonesia," kata Pramono di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (9/2/2010).
Apalagi, Obama dikabarkan akan memboyong istri dan dua putrinya. "Pasti nanti ingin menunjukkan, di sini dulu papamu menempuh pendidikan," ujar Sekjen PDI Perjuangan itu.
Oleh karena itu, ia melihat dugaan bahwa Obama akan memberikan "hadiah" proyek besar kepada Indonesia sebagai kado kedatangannya tidak akan terjadi. Dulu, seusai kunjungan Presiden AS George Bush, Indonesia mendapatkan proyek Blok Cepu. Hal tersebut menimbulkan dugaan, kedatangan Obama juga akan berbuah sama.
"Saya tidak ingin mencurigai pemerintah kita. Tapi, saya tidak melihat akan ada Blok Cepu baru yang akan dikompensasikan. Kedatangannya hanya dalam konteks ingin membangun hubungan keakraban," kata dia.
Pramono juga mengingatkan, dalam kunjungan Obama, Indonesia harus menempatkan diri sejajar dengan Amerika. "Jangan sampai kita nunduk-nunduk sama Amerika Serikat," ujarnya.

