KOMPAS
Senin, 22 Maret 2010 Selamat Datang  |     |  
PKS: Kesalahan Boediono 80 Persen, Sri Mulyani 20 Persen
Laporan wartawan KOMPAS.com Inggried Dwi Wedhaswary
Selasa, 9 Februari 2010 | 09:35 WIB
KRISTIANTO PURNOMO
Aksi teatrikal digelar para pengunjuk rasa di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Rabu (3/2/2010). Mereka menuntut penuntasan kasus skandal Bank Century. KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO

JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Ketua Pansus Angket Kasus Bank Century asal Fraksi Partai Keadilan Sejahtera Mahfudz Siddiq mengatakan, pandangan sementara fraksinya menyimpulkan tak ada keterlibatan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam proses pengambilan kebijakan bail out Bank Century. Menurut PKS, dua pejabat yang paling bertanggung jawab adalah Boediono yang saat itu menjabat Gubernur Bank Indonesia dan Sri Mulyani sebagai Menteri Keuangan merangkap Ketua Komite Stabilitas Sistem Keuangan.

... porsi kesalahan 80 persen di Boediono dan 20 persen di Sri Mulyani.

"Pihak yang paling bertanggung jawab dalam skandal bail out Bank Century ini adalah Boediono dan Sri Mulyani dengan porsi kesalahan 80 persen di Boediono dan 20 persen di Sri Mulyani," kata Mahfudz, Selasa (9/2/2010).

Oleh karena itu, pemanggilan Presiden SBY untuk memberikan keterangan di Pansus Century dianggap tak perlu dilakukan. "Tidak ada alasan kuat bagi Panitia Angket untuk memanggil Presiden," kata mantan Ketua Fraksi PKS itu. Posisi Presiden SBY dinilai hanya sebatas mendapatkan laporan kebijakan yang sudah diambil oleh KSSK.

Hal itu, menurut Mahfudz, diperkuat dengan kesaksian Sri Mulyani yang mengaku melaporkan keputusan bail out kepada Presiden melalui pesan singkat pada tanggal 21 November 2008. Sementara penanganan Bank Century sejak pemberian fasilitas pendanaan jangka pendek sampai dengan penetapan sebagai bank gagal dan ditengarai berdampak sistemik dinilai sepenuhnya tanggung jawab Bank Indonesia.

Editor: wsn Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.