Senin, 28 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Senin, 28 Mei 2012 | 14:06 WIB
Presiden Diminta Segera Ajukan Gubernur BI
| bnj | Minggu, 7 Februari 2010 | 19:01 WIB
|
Share:

KOMPAS/WISNU WIDIANTORO

TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota Komisi XI DPR RI dari PDI Perjuangan (PDIP) Arif Budimanta meminta, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono segera mengajukan calon gubernur Bank Indonesia (BI) agar stabilitas moneter dan perbankan di Indonesia semakin terjaga.

"Sudah hampir satu tahun (jabatan gubernur BI kosong). Persoalan jabatan Gubernur BI sangat serius untuk menjaga stabilitas," kata Arif Budimanta di Jakarta, Minggu, saat diminta komentarnya mengenai jabatan Gubernur BI yang kosong setelah ditinggal Boediono yang kini menjadi Wapres.

"Apa susahnya mencari gubernur BI. Orang-orangnya ada," katanya. DPR, katanya, sudah menulis surat mengenai jabatan gubernur BI tersebut.

Arif mengatakan, sedikitnya ada tiga kriteria yang dimiliki calon gubernur BI. Pertama, memiliki pengetahuan tentang fiskal dan moneter. Kedua, punya rekam jejak yang baik. Ketiga integritasnya teruji.

Arif merasa, sangat kecewa saat mendengar rekaman rapat dewan gubernur BI mengenai perubahan Peraturan Bank Indonesia. Mereka yang hadir terkesan tidak mempunyai kompetensi yang baik karena tidak ada analisis yang memadai.

Mengenai nama-nama yang beredar seperti Agus Martowardojo sebagai bankir senior, Raden Pardede yang pernah diajukan, atau Iman Sugema yang menjadi doktor di bidang moneter dan perbankan, Arif sekali lagi lebih suka menyebut kriteria.

Namun Arif menekankan bahwa penting calon gubernur BI memiliki pengetahuan moneter dan mampu melakukan analisis-analisis yang baik serta bekerja ekstra.

"Atas dasar itu, yang penting juga dalam memberantas korupsi maka perlu orang yang mempunyai komitmen, mau bekerja ekstra keras, dan memahami moneter," katanya.

Ia bahkan mencontoh Gubernur Bank Sentral Amerika Ben Bernanke yang merupakan ahli moneter sehingga bank sentral bisa memainkan peran sebagai pengendali moneter dengan maksimal.

Arif mengatakan, gubernur BI harus mampu melihat persoalan moneter dengan baik dan mampu memberikan analisis dan hubungan sebab akibat yang baik pula seperti hubungan antara inflasi, suku bunga dan juga harga-harga barang. Ia mengatakan, ahli moneter berbeda dengan ahli ekonomi semata.

Sumber :
ANT
Advertorial
»