Jumat, 10 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Jumat, 10 Februari 2012 | 16:33 WIB
Ramadhan: Saya Tidak Ngotot George Dipenjara
Sandro Gatra | wsn | Minggu, 7 Februari 2010 | 10:32 WIB
|
Share:

JAKARTA, KOMPAS.com — Anggota DPR Ramadhan Pohan mengaku tidak bersikeras agar George Junus Aditjondro dipenjara lantaran perbuatan penganiayaan ringan kepadanya. Proses hukum yang terus berjalan dinilainya supaya tercipta kepastian hukum serta agar perbuatan serupa tidak dilakukan kembali oleh siapa pun.

Saya tidak ngotot dia dipenjara. Saya hanya ingin ada kepastian hukum.

"Saya tidak ngotot dia dipenjara. Saya hanya ingin ada kepastian hukum," ucap Ramadhan ketika dihubungi Kompas.com, Minggu (7/2/2010).

Seperti diberitakan, kepolisian menetapkan penulis buku Membongkar Gurita Cikeas di Balik Skandal Bank Century itu sebagai tersangka dengan Pasal 335 KUHP tentang Perbuatan Tidak Menyenangkan dan Pasal 352 KUHP tentang Penganiayaan Ringan.

Ramadhan menjelaskan, George tidak memiliki iktikad baik pasca-pemukulan yang dilakukan pada 30 Desember 2009 hingga saat ini. George dinilainya selalu mengelak tidak pernah melakukan pemukulan dan berusaha mengaburkan fakta meskipun penganiayaan yang dilakukan terekam media televisi.

"Tidak ada iktikad baik. Dia selalu mengelak tidak pernah memukul. Jadi silakan saja dia dan saksi-saksi lain mengatakan apa saja. Nanti di pengadilan kita buktikan," lontar Anggota DPR dari Fraksi Demokrat itu.

Jika nanti pengadilan memutuskan George tidak bersalah, Ramadhan mengaku tidak mempermasalahkan hal itu. "Jika pemukulan dianggap tidak ada, dianggap tidak masalah dan itu diputuskan, saya tidak masalah. Silakan, saya hanya ingin ada kepastian hukum," tegas dia.

"Saya khawatir jika tidak ada proses hukum, hal serupa akan terjadi kembali. Saya dengar bukan saya saja yang pernah dipukul George. Seorang wartawan pun pernah. Artinya jangan main-main dengan tangan. Demokratis lah," kata dia.

Menurut Ramadhan, penganiayaan itu tidak layak dilakukan oleh seorang intelektual seperti George. "Dia kan kaum intelektual. Dia seorang doktor, wartawan senior. Mari selesaikan dengan cara intelektual. Beda pendapat biasa. Jika tidak senang dengan pernyataan katakan dengan pernyataan. Jangan dengan tangan," tuturnya.