Senin, 28 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Senin, 28 Mei 2012 | 14:05 WIB
SBY Perlu Banyak Belajar dari Soeharto
Leo Sunu | made | Sabtu, 6 Februari 2010 | 14:45 WIB
|
Share:

Persda/Bian Harnansa
Seorang gadis melintas di depan dinding berhias wajah mantan Presiden Soeharto, diperempatan lampu-merah Rumah Sakit Pusat Pertamina, Jakarta, Kamis (17/1).

TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com — Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dinilai perlu banyak belajar mengenai komunikasi politik dari mantan Presiden Soeharto. Sikap SBY yang cenderung mengabaikan persoalan politik yang mengemuka dan bicara pada isu tidak penting dianggap sebagai kegagalan SBY menjadi komunikator politik.

"SBY mesti banyak belajar dari Soeharto soal komunikasi politik, yaitu cool, tenang. Tapi pada suatu saat dia berbicara, berbobot sekali," kata Tjipta seusai sebuah diskusi di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (6/2/2010).

Pengajar di Universitas Pelita Harapan ini menilai, apa yang disampaikan Presiden SBY dalam beberapa pidatonya kerap kali hanya hal-hal yang sifatnya umum dan tidak menyentuh substansi persoalan.

Beberapa kali, sebutnya, SBY justru menanggapi persoalan yang seharusnya tidak ditanggapi oleh presiden, termasuk aksi unjuk rasa yang menampilkan kerbau beberapa waktu lalu. "Jangan setiap kali ini ngomong seperti anak kecil. Jadi komplain melulu," ujarnya.

Pernyataan SBY mengenai wacana pemakzulan pun dinilai Tjipta tidak tepat. Ia mengingatkan, sesuai dengan konstitusi, SBY tetap bisa dimakzulkan. "Anytime SBY bisa saja ditendang, cuma sekarang susah memang memakzulkan presiden karena ada MK, tapi secara teoretis bisa," katanya.

SBY mesti banyak belajar dari Soeharto soal komunikasi politik.
Advertorial
»