SEMARANG, KOMPAS.com — Dua guru SMA Negeri 3 yang pernah mengajar Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, yaitu Asmina (58) dan Mawardi (57), tak percaya mantan muridnya itu bersalah memutuskan, apalagi menggunakan dana bail out senilai Rp 6,7 triliun untuk kepentingannya sendiri.
Bahkan, dua guru yang hingga kini masih mengajar itu sangat sedih dan prihatin menonton tayangan beberapa media yang menunjukkan gambar atau foto eks muridnya di SMA Negeri 3 angkatan tahun 1981 itu diberikan taring dan lumuran darah serta diinjak-injak sambil diteriaki "maling".
"Saya sedih dan prihatin melihatnya. Akan tetapi, saya tak percaya murid saya melakukan hal itu," kata Asmina, bekas guru Kimia Sri Mulyani waktu kelas II dan III SMA Negeri 3, kepada Kompas, Sabtu (6/2/2010) pagi di SMAN 3.
Adapun Mawardi mengatakan, "Saya selalu berdoa agar Tuhan menunjukkan jalan yang benar agar masalah itu segera diselesaikan. Saya terus bertanya, apa iya murid saya seperti itu."
Di mata kedua guru tersebut, Sri Mulyani adalah murid yang tergolong cerdas, terutama di mata pelajaran Matematika.
"Dia murid yang rajin dan pintar meskipun di sekolah ini banyak anak yang pintar," tambah Asmina.
Mawardi menyatakan, Sri Mulyani dan saudaranya memang anak-anak yang pintar. "Karena bapak ibunya dosen IKIP Semarang (kini Universitas Negeri Semarang) yang mengajar mata kuliah Kependidikan," ujar Mawardi, yang pernah menjadi mahasiswa almarhum Prof Satmoko, ayah Sri Mulyani.

