JAKARTA, KOMPAS.com — Ancaman Partai Demokrat mendepak anggota kabinet asal partai koalisi disikapi dingin pengamat politik dari Indo Barometer, Muhammad Qodari. Qodari menilai, ancaman perombakan kabinet asal partai koalisi sekadar wacana belaka.
"Saya menganggap ini sekadar wacana sejauh ini belum disampaikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono," ucap Muhammad Qodari saat dihubungi Persda Network di Jakarta, Jumat (5/2/2010).
Menurut Qodari, Partai Demokrat merasa PKS dan Golkar selama ini tidak sekata dalam beberapa langkah politik. Perbedaan langkah politik ini terlihat jelas dalam pengungkapan skandal Bank Century. "Karena itu, Partai Demokrat berusaha mendisiplinkan partai koalisi dengan ancaman reshuffle tersebut," ujarnya.
Hitung-hitungan politik yang ada, lanjut dia, SBY tidak akan memuluskan permintaan Sekjen Partai Demokrat Amir Syamsuddin dan kawan-kawan. Alasannya, SBY akan menghitung betul bila PKS dan Golkar berada di luar koalisi besar bersama Partai Demokrat.
"Partai Demokrat dan SBY akan kerepotan apabila Golkar dan PKS itu lepas sama sekali dari koalisi," ungkapnya.
Qodari menegaskan, Golkar dan PKS akan berada di lajur oposisi bersama PDI Perjuangan setelah lepas dari Partai Demokrat. "Ke depan akhirnya malah oposisi jadi lebih besar," jelasnya.
Menghadapi kebandelan dan tidak disiplinnya jalinan koalisi, kata Qodari, semestinya Partai Demokrat memberi carrot, bukannya stick. Ini merupakan politik tarik ulur dalam menjaga koalisi besar. Apalagi, selama ini PKS dan Partai Golkar masih tetap membela Partai Demokrat.
"Kompromi politik yang ada adalah berupa pemahaman bersama. Dan mungkin saja proses pemahaman bersama ini tengah dirajut kembali," sergahnya.
Dia menyatakan, kemungkinan yang ada, "wortel" yang akan diberikan SBY adalah berupa kursi Wakil Presiden yang saat ini diduduki Boediono dan kursi Menteri Keuangan Sri Mulyani. Namun, ini masih bergantung atas temuan Panitia Khusus Hak Angket DPR RI tentang skandal Bank Century.
"Kita sendiri belum mengetahui secara persis rekomendasi Pansus," tandasnya.

