SURABAYA, KOMPAS.com- DPC Partai Demokrat Surabaya mengaku tersinggung dengan DPP Partai Demokrasi yang merekomendasikan Arif Affandi sebagai calon Wali Kota Surabaya. DPC merasa dilangkahi, karena rekomendasi tak disampaikan dulu ke DPC.
Ketua DPC Partai Demokrat Surabaya Wisnu Wardhana, Jumat (5/2), menjelaskan, secara struktural dirinya sebagai Ketua DPC adalah kepanjangan tangan DPP, sehingga munculnya rekomendasi seharusnya diketahuinya terlebih dulu sebelum calon yang mendaftar. Namun faktanya, DPP melalui Sekjen telah menyatakan kalau rekomendasi sudah jatuh di tangan Arif Affandi.
"Tentu saja pernyataan tersebut sangat menyakitkan kader Demokrat ditingkat bawah. Pasalnya, DPC sedang mempersiapkan acara penyampaian visi-misi para calon yang rencananya diadakan, Sabtu (6/2) besok di hotel Oval. Dengan kabar tersebut, Wisnu yakin banyak calon yang telah mendaftar jadi kecewa.
Kendati banyak persoalan yang muncul, Wisnu menegaskan, untuk proses pemaparan visi-misi para calon tetap akan dilakukan. Pasalnya, agenda tersebut sudah dijadwalkan dengan rapi oleh tim penjaringan. Dia berharap, semua calon yang telah mendaftar tetap hadir.
"Kalaupun nantinya ada gugatan dari bakal calon yang lain, kami akan mengarahkan semuanya ke DPP. Langkah ini dilakukan, karena DPP telah mengeluarkan rekomendasi tanpa pemberitahuan terlebih dahulu kepada DPC," ujar Ketua DPRD Kota Surabaya.
"Saya tidak menyangka kalau kejadiannya seperti ini. Kalau ada gugatan atau laporan pidana akan saya serahkan ke DPP," pungkasnya.

