Senin, 28 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Senin, 28 Mei 2012 | 14:04 WIB
Anas: Demokrat Ingin Koalisi Partai Tetap Kompak
| made | Jumat, 5 Februari 2010 | 20:09 WIB
|
Share:

JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua Fraksi Partai Demokrat Anas Urbaningrum mengatakan, pihaknya tetap menginginkan koalisi Partai Demokrat dengan sejumlah parpol berjalan kompak mendukung pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono.

Justru spirit Partai Demokrat adalah agar koalisi tetap utuh dan solid.

"Justru spirit Partai Demokrat adalah agar koalisi tetap utuh dan solid. Kami juga yakin bahwa koalisi akan solid jika semua peserta koalisi konsisten dan konsekuen dengan kontrak koalisi," katanya di Jakarta, Jumat (5/2/2010).

Anas juga meluruskan pernyataan Sekjen Partai Demokrat Amir Syamsudin yang mengatakan bahwa Demokrat telah meminta Presiden SBY mengganti menteri-menteri dari parpol anggota koalisi yang sudah tidak sejalan terkait kasus Bank Century.

"Itu bukanlah meminta reshuffle, tetapi justru mengharapkan agar peserta koalisi kompak. Tetapi jika ada yang keluar dari semangat kekompakan, terus jalan sendiri, memang Presiden berhak melakukan evaluasi dan bahkan reshuffle. Jadi, jangan diartikan Demokrat mendorong dan meminta reshuffle," katanya.

Menurutnya, urusan perombakan kabinet adalah hak prerogatif Presiden. Dengan demikian, diharapkan semua parpol koalisi kompak dan konsisten sehingga tidak perlu dilakukan perombakan.

"Tetapi saya melihat situasinya tidak ada tanda-tanda sampai pada kesimpulan reshuffle. Sejauh ini saya yakin koalisi akan terjaga kekompakannya. Peserta koalisi spiritnya akan jalan dalam satu barisan," katanya.

Anas mengatakan, parpol anggota koalisi juga akan terus melakukan komunikasi baik langsung maupun tidak langsung untuk membahas berbagai perkembangan politik yang terjadi.

"Pertemuan-pertemuan koalisi justru membahas bagaimana saling menjaga koalisi. Tadi malam, misalnya, kami ada pertemuan dengan PKS dan membahas bagaimana bersama-sama menjaga koalisi dan mendukung pemerintahan sampai selesai 2014. Bahkan, kalau bisa malah puluhan tahun. Ini akan terus berlanjut ke depan, baik dalam forum koalisi besar maupun hubungan bilateral antarpartai," katanya.

Sumber :
Antara
Advertorial
»