Senin, 28 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Senin, 28 Mei 2012 | 14:03 WIB
PPP: Demokrat Anggap Partai Koalisi "Main Api"
Inggried Dwi Wedhaswary | Edj | Jumat, 5 Februari 2010 | 18:17 WIB
|
Share:

JAKARTA, KOMPAS.com — Usulan evaluasi koalisi dan perombakan kabinet terhadap para menteri yang berasal dari partai koalisi sudah disampaikan petinggi Partai Demokrat kepada Presiden SBY.

Dilayangkannya usulan tersebut berangkat dari kegerahan Demokrat terhadap manuver koalisinya di Pansus Angket Bank Century. Wakil Sekjen Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuzzy mengungkapkan, Demokrat memang menganggap partai koalisi "bermain api".

Kekhawatiran Demokrat, seperti diungkapkan pria yang akrab disapa Rommy ini, karena kasus Bank Century mulai menyeret orang-orang di lingkaran terdekat SBY. "Partai koalisi dianggap Demokrat main api, kalau kasus ini dibawa merembet ke orang yang dekat dengan (posisi) SBY. Sri Mulyani kan orang dekat Presiden, pembantu presiden, inilah yang dianggap main api," kata Rommy, Jumat (5/2/2010) di Gedung DPR, Jakarta.

"Demokrat menganggap, main api ini berbahaya dan kalau terbakar khawatir kebakarannya menyebar," lanjut Rommy, yang juga duduk di Pansus Century.

Padahal, menurut PPP, posisi SBY dijamin "aman". Namun, Demokrat menginginkan bahwa segala posisi yang kemungkinan membahayakan posisi SBY ditutup rapat. "Ibaratnya, benteng pertahanan di Semanggi, kami bilang SBY aman. Sampai di Semanggi sudah distop. Tapi Demokrat maunya distop sudah dari Pancoran, kalau perlu dari Kali Malang," katanya sambil tertawa.

Sekjen Partai Demokrat Amir Syamsuddin mengaku sudah kerap kali mendengar ucapan koalisi bahwa posisi Presiden aman. "Intinya, Demokrat tidak menuntut rekan koalisi sependirian dan sepenanggungan dengan kami. Boleh berbeda dan kritis, tapi saya ingin sesuai koridor koalisi," kata Amir.

Advertorial
»