Senin, 28 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Senin, 28 Mei 2012 | 14:02 WIB
Wiranto: Saya Masih Faktor Perekat Partai
Johnson Simanjuntak | msh | Jumat, 5 Februari 2010 | 16:49 WIB
|
Share:

KOMPAS/TOTOK WIJAYANTO
Ketua Umum Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Wiranto bersiap pada jumpa wartawan di Kantor DPP Partai Hanura, Jakarta, Senin (1/2). Wiranto menjelaskan persiapan Musy awarah Nasional I Partai Hanura di Surabaya, Jawa Timur, 5-7 Februari 2010.

TERKAIT:

SURABAYA, KOMPAS.com- Ketua Umum Partai Hanura Wiranto menegaskan, kehadirannya di partai masih menjadi faktor perekat agar arah Hanura bisa fokus mengurusi internal partai.

Tidak ada alasan saya untuk menolak (jadi ketua umum) untuk satu periode lagi. Tetapi harus ada regenerasi untuk periode berikutnya.
-- Wiranto

"Tidak ada alasan saya untuk menolak (jadi ketua umum) untuk satu periode lagi. Tetapi harus ada regenerasi untuk periode berikutnya," kata Wiranto sebelum membuka Munas I Partai Hanura di Hotel Shangri La Surabaya, Jumat (5/2/2010).

Meski demikian, secara tegas Wiranto menyatakan tak ingin jadi ketum seumur hidup. "Partai ini ibarat pohon muda, punya daun masih muda, jadi harus dijaga dengan baik. Kalau ada gangguan eksternal atau internal saya kira partai ini tidak kuat," ujarnya.

Ditanya mengenai kemungkinan Surya Paloh dan Tommy Soeharto bergabung, Wiranto mengatakan untuk kali ini keduanya belum bisa bergabung dengan Hanura. "Kita sudah bicara bagaimana kira-kira melakukan sinergi positif dalam membangun negeri, apakah dalam satu parpol atau bermitra, atau masing-masing dalam satu titik mengembangkan jaringan," paparnya.

Hadir dalam munas I Hanura ini antara lain mantan Presiden Megawati Soekarnoputri, mantan Wapres Jusuf Kalla, Surya Paloh, Wakil Ketua DPR Anis Matta, Ketua Umum Gerindra Suhardi, Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim, para politisi dari berbagai partai. Selain diisi dengan tarian dari Papua, juga diputar film tentang perjalanan Hanura.

Dalam pidato pembukaannya, Wiranto menyinggung masalah Bank Century. Dia mengatakan ada pergulatan politik dan hukum. "Juga ada pergulatan antara kejujuran dan kebohongan. Padahal kasusnya sudah sangat terang benderang," tegasnya.

Menurutnya persoalan ini akan bisa diselesaikan bila ada kejujuran dari pemimpin bangsa tertinggi untuk menyelesaikan kasus Century.

Advertorial
»