Semarang, Kompas - Partai Golkar Jawa Tengah menargetkan memenangi 7 daerah dari 17 kabupaten/kota di Jawa Tengah yang akan menggelar pemilihan umum kepala daerah sepanjang 2010. Partai Golkar berupaya memenangi pilkada di tujuh daerah itu lewat calon yang diajukan sendiri ataupun yang diajukan lewat koalisi dengan partai politik lain.
Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Golkar Jateng Wisnu Suhardono, Kamis (4/2), menyatakan, daerah yang berpeluang besar adalah Kabupaten Blora, Kota Pekalongan, dan Boyolali. Empat daerah lain yang diincar adalah Kabupaten Semarang, Kendal, Purworejo, dan Kebumen.
"Target untuk memenangi pilkada di daerah-daerah itu bukan pencapaian yang baru, melainkan Partai Golkar ingin supaya tradisi kepemimpinan daerah itu dinamis dengan kader terbaik dari kami," kata Wisnu Suhardono.
Di Kebumen, Partai Golkar optimistis dapat berkoalisi dengan calon dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P). Sementara di Kabupaten Semarang, Kendal, Purworejo, bahkan juga di Boyolali, Partai Golkar butuh mitra untuk diajak berkoalisi.
Sekretaris DPD Partai Golkar Jateng, Iqbal Wibisono, menambahkan, kader terbaik di Blora, yakni Bupati Yudhi Sancoyo, dipastikan maju kembali dalam Pilkada 2010. Wali Kota Pekalongan saat ini, Basyir Ahmad, juga akan maju lagi. Kedua kepala daerah incumbent itu diyakini masih cukup kuat untuk memenangi pilkada tahun ini.
Sedangkan Wakil Ketua DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jateng, Sukirman, mengatakan, PKB lebih realistis dalam pencapaian hasil pilkada. PKB hanya akan fokus di enam daerah, yaitu Rembang, Kendal, Purbalingga, Purworejo, Blora, dan Wonosobo.
"Di Wonosobo dan juga Rembang, PKB sebenarnya bisa mengajukan kader sebagai calon kepala daerah. Namun berdasarkan pengalaman, mengajukan calon dengan berkoalisi lebih dinamis, bisa menciptakan pemerintahan yang kuat, serta lebih kondusif," kata Sukirman.
Sukirman yang juga Sekretaris Desk Pilkada PKB memperkirakan, konsolidasi internal solid pertengahan Februari. Konsolidasi penting dalam upaya memperluas basis dukungan serta jaringan penggiat kampanye.
Ketua DPD PDI-P Jateng, Murdoko, berpendapat partainya optimistis memenangi lebih banyak daerah. Strategi PDI-P adalah akan lebih banyak mengajukan calon koalisi yang merupakan gabungan antara tokoh profesional dengan kader PDI-P. Calon profesional bisa berasal dari tokoh masyarakat dan juga kepala daerah yang masih menjabat atau kalangan birokrat yang profesional dengan kesamaan visi dan misi yang diperjuangkan PDI-P.
Di Kota Semarang misalnya, PDI-P meniru pola strategis memadukan calon profesional Bibit Waluyo dengan kader PDI-P Rustriningsih, yang akhirnya memenangi Pemilihan Gubernur Jawa Tengah 2008. (who)

