Ya, coba tolong Pak, di sini, memerankan Pak Wiranto. Lalu seorang lagi di situ, memerankan Pak Gubernur,” kata salah seorang Panitia Pelaksana Musyawarah Nasional I Partai Hati Nurani Rakyat.
Lantas, dua laki-laki—kebetulan posturnya mirip dengan Ketua Umum Partai Hanura Wiranto dan Gubernur Jawa Timur Soekarwo—bersiap di sisi belakang ballroom Hotel
Geladi bersih pembukaan Munas I Partai Hanura itu berlangsung Kamis (4/2). Rencananya, munas akan dibuka Wiranto pada Jumat pukul 15.00.
Namun, Wakil Ketua Dewan Pimpinan Daerah Hanura Jawa Timur Kuswanto menyampaikan, masih ada satu kali lagi geladi bersih yang rencananya akan digelar Jumat pagi ini. ”Tapi semua sudah oke, tinggal memantapkan saja besok,” kata Kuswanto.
Nurdin Tampubolon, Ketua Panitia Pelaksana dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Hanura, mengatakan, munas I harus berjalan lancar.
Kenapa di Surabaya? Menurut Nurdin, Surabaya selama ini dikenal sebagai kota pahlawan, sekaligus sebagai kota terbesar kedua di Indonesia. ”Jadi, semangatnya, hati nurani harus menjadi pahlawan bagi anggota Hanura,” kata Nurdin.
Peserta munas dan peninjau berjumlah sekitar 1.500 orang. Mereka menginap di lima hotel berbintang di Surabaya.
Nurdin mengaku, soal biaya, sulit dipastikan. Apakah mencapai miliaran rupiah? ”Iya lah, sebanyak ini, di hotel berbintang, pasti sampai miliar,” jawab Nurdin.
Sekretaris Jenderal Partai Hanura Yus Usman Sumanegara pun menyatakan, munas ini titik penting bagi Partai Hanura. ”Produk munas nanti, antara lain, pada lima tahun ke depan terjadi penguatan konsolidasi di Hanura. Yang seru di munas adalah pembahasan program umum partai,” ujar Yus Usman.
Sebagai partai baru, Hanura—yang dideklarasikan pada 21 Desember 2006—berhasil lolos electoral threshold dan parliamentary threshold. Sebanyak 17 kader Partai Hanura duduk di kursi Dewan Perwakilan Rakyat. Catatan Partai Hanura menyebutkan, sebanyak 104 kader partai duduk di kursi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) provinsi dan 786 kader duduk di kursi DPRD kabupaten/kota.
Namun, pengajar Ilmu Politik Universitas Airlangga, Surabaya, Haryadi, menilai, Hanura identik dengan Wiranto. Hanura, menurut Haryadi, adalah partai yang lebih banyak memfasilitasi Wiranto dan orang-orang di daerah yang kecewa. ”Partai ini tidak dibentuk dengan ideologi. Partai ini tidak memiliki visi atau ideologi,” ujar Haryadi.
Wiranto, menurut Haryadi, kecewa terhadap Golkar dalam mengakomodasi orang-orang yang berambisi. ”Wiranto memiliki jejaring. Oleh karena itu, dia membentuk partai,” kata Haryadi.
Menjawab berbagai kritik pesimistis itu, Yus Usman menyatakan, Hanura memiliki misi dan visi. ”Gambar khayal atau visinya yang utama adalah merakyat,” ujar Yus Usman.

