MADIUN, KOMPAS - Tenaga kerja Indonesia di Malaysia, Sumani (43), warga RT 9 RW 4 Desa Suluk, Kecamatan Dolopo, Kabupaten Madiun tewas digigit ular piton. Sumani bekerja berpindah-pindah di Kelantan, Malaysia sejak 28 Mei 2009 untuk mendapatkan penghasilan lebih baik daripada bekerja di kampung halamannya.
Supriyanto, kerabat Sumani, Kamis (4/2/2010), mengatakan pihak keluarga mendengar kabar meninggalnya Sumani dari orang yang mengajak Sumani bekerja di Kelantan yang juga tetangga korban, Ruslan, sekitar pukul 11.00, Senin (1/2/2010).
Saat itu, diberitahu pula jenazah Sumani akan tiba di kampung halamannya kemarin. Sekitar pukul 15.30, jenasah Sumani tiba dan langsung dimakamkan di tempat pemakaman umum setempat.
Sumani digigit ular piton itu di kawasan areal pertanian sayuran tempatnya bekerja. Sebelum bekerja sebagai petani di pertanian sayuran itu, Sumani sempat pula bekerja di kebun kelapa sawit dan pom bensin.
Sumani berangkat ke Kelantan setelah diajak oleh Ruslan, tetangganya. Sumani langsung menyambut ajakan ini karena penghasilan dari lahan pertanian di kampungnya sangat sedikit. Untung yang diperoleh seringkali hanya cukup untuk modal tanam berikutnya. "Di Malaysia, dia ditawari upah 20 ringgit per hari, makanya dia tertarik untuk ikut," tambahnya.
Ajakan tersebut langsung disambutnya juga karena banyak warga Suluk yang bekerja di sana. Mereka memilih bekerja di Malaysia karena tidak sulit untuk mencari pekerjaan. Upah yang diterima pun lebih besar daripada bekerja di kampung halaman.
Untuk berangkat ke Malaysia, dia menjual tiga ekor sapi miliknya. Dia tidak berangkat ke Malaysia melalui perusahaan jasa tenaga kerja Indonesia tetapi berangkat sendiri. Dia berangkat dengan memegang paspor wisatawan yang berlaku hanya tiga bulan. Di Kelantan, oleh bos yang akan menyewa Sumani, Sumani dibuatkan izin kerja.
Pihak keluarga belum tahu apakah keluarga bisa menerima upah hasil kerja Sumani di luar negeri. Yang pihak keluarga ketahui sekarang hanya biaya pengiriman jenasah dari Malaysia ke Surabaya, Indonesia dibiayai bos yang menyewa Sumani. Sementara pengiriman jenasah dari Surabaya ke Madiun ditanggung pihak keluarga sebesar Rp 1,6 juta.
Meninggalnya Sumani menjadikan tenaga kerja Indonesia asal Kabupaten Madiun yang meninggal saat bertugas di luar negeri tahun 2010 ini berjumlah dua orang. Sebelumnya, Siska Handayani (28), tenaga kerja wanita (TKW) asal Nglambangan, Kecamatan Wungu tewas di Singapura. (APA)

