Senin, 28 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Senin, 28 Mei 2012 | 14:01 WIB
Akbar Tanjung: Disindir "Kerbau" Itu Risiko Pemimpin
Leo Sunu | Edj | Rabu, 3 Februari 2010 | 17:23 WIB
|
Share:

JAKARTA, KOMPAS.com — Presiden Susilo Bambang Yudhoyono harus melihat sebuah sindiran yang disampaikan oleh demonstran pada aksi 28 Januari lalu sebagai sebuah kritik yang membangun. Sindiran berupa tampilan seekor "kerbau" merupakan sebuah risiko wajar yang mesti ditanggung seorang pemimpin.

Hal ini disampaikan oleh politisi senior Akbar Tandjung. Ketua Dewan Pertimbangan Partai Gokar ini mengatakan, Presiden tidak perlu menunjukkan sikap seperti mengalami kegoncangan saat mendapatkan kritik. "Itulah risikonya menjadi pemimpin. Saya pun pernah mengalami hal seperti itu. Kami harus siap hadapi hal seperti itu," kata Akbar seusai acara diskusi Menakar 100 Hari SBY-Boediono di Megawati Institute, Jakarta, Rabu (3/2/2010).

Ia mengatakan, SBY sebagai pemimpin tertinggi justru harus memperlihatkan sikap kuat saat menghadapi sebuah kritikan tajam. Ia pun melihat, sebenarnya Presiden SBY bukanlah sosok yang lamban seperti yang digambarkan.

Namun, ujarnya, karena banyak pertimbangan dalam mengambil keputusan, citra yang terbentuk justru memperlihatkan hal yang sebaliknya kepada masyarakat. "Tapi itu bukan berarti dia lamban. Mendapat banyak masukan juga harus dimiliki seorang pemimpin," ujarnya.

Advertorial
»