Sabtu, 11 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 11 Februari 2012 | 17:52 WIB
Ruhut: Pembawa Kebo itu Biadab
Hindra Liauw | msh | Rabu, 3 Februari 2010 | 11:33 WIB
|
Share:

ADI NOVIANTTO STEVENS
ilustrasi

TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com- Ketua DPP Partai Demokrat Ruhut Sitompul, yang juga anggota Komisi III DPR RI, berang karena Presiden Susilo Bambang Yudhoyono disebut berbadan besar, malas, dan bodoh seperti kerbau. Tidak tanggung-tanggung, Ruhut menyebut pembawa kerbau dalam aksi demonstrasi 100 hari Pemerintahan duo SBY-Boediono itu biadab.

Kepolisian harus tegas. Apabila ada demo-demo yang membawa gambar-gambar, dan dibakar, mereka harus ditangkap.
-- Ruhut Sitompul

Kata-kata "biadab" terus diulang-ulang sebanyak tujuh kali. "Mereka itu biadab karena tidak menghormati etika politik. Saya rasa pihak kepolisian harus tegas sebagai penjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Apabila ada demo-demo yang membawa gambar-gambar, dan dibakar, mereka harus segera ditangkap. Sudah cukup kesabaran kami," kata Ruhut, Rabu (3/2/2010) di DPR RI, Jakarta.

Ruhut menolak anggapan bahwa SBY terlalu sensitif karena selalu curhat di mana-mana. Baginya, SBY yang juga Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat, memiliki pengendalian diri yang luar biasa.

Dikatakannya, apa yang dilakukan SBY adalah sekadar merespons kejadian yang menimpa dirinya. "Kalau tidak ditanggapi, nanti (mereka) ngelunjak," ujarnya.