Senin, 28 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Senin, 28 Mei 2012 | 13:58 WIB
Gernas Kakao Butuh Setriliun
Josephus Primus | primus | Rabu, 27 Januari 2010 | 21:28 WIB
|
Share:

MAMUJU, KOMPAS.com - Anggaran untuk program gerakan nasional (gernas) peningkatan mutu dan kualitas kakao di Provinsi Sulawesi Barat tahun anggaran 2010 mencapai Rp 1 triliun. Hal ini dikatakan Kepala Bidang Pengembangan Perkebunan Dinas Perkebunan (Disbun) Provinsi Sulbar, Tanawali di Mamuju, Rabu (27/1/2010).
 
Menurutnya, anggaran sebesar Rp 1 triliun itu akan dicairkan selama dua tahap yang akan diplot melalui pembiayaan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) tahun anggaran 2010. "Dana program gernas untuk tahap pertama akan diluncurkan dalam waktu dekat sebesar Rp 500 miliar pada APBN pokok 2010, sedangkan tahap kedua akan dicairkan pada APBN-Perubahan sebanyak Rp 500 miliar," katanya.
 
Dia menuturkan, pemerintah Provinsi Sulbar pada tahun 2010 ini telah menargetkan sebaran kegiatan Gernas pro kakao  adalah seluas 125.600 hektar yang terbagi atas tiga kegiatan utama yakni peremajaan, rehabilitasi dan intensifikasi yang terdapat pada lima kabupaten di Sulbar.
 
"Pada 2009 lalu, target dan sebaran kegiatan gernas prokakao adalah seluas 40.150 hektar yang terbagi tiga kegiatan yakni peremajaan 3.950 Ha, rehabilitasi 22.000 Ha dan intensifikasi 14.200 Ha yang mencakup wilayah pada lima kabupaten," ucapnya.
 
Dia mengatakan, sebaran program gernas dengan luas 40.150 ha itu dikelola oleh 3.021 kelompok tani yang tersebar di 771 desa, 56 kecamatan pada lima kabupaten yang ada di Sulbar.
   
Tanawali yang juga pimpinan proyek (pimpro) program gernas prokakao Sulbar ini mengungkapkan, secara keseluruhan total luas areal untuk tanaman Kakao di Sulbar mencapai 180.835 ha yang meliputi tanaman belum menghasilkan (TBM) 17.506 ha, tanaman menghasilkan (TM) 117.798 ha, tanaman tua/rusak (TR) sebanyak 45.531 ha.
 
"Kita berharap target pencapaian program Gernas pro kakao pada tahun 2010 ini dapat tercapai dengan baik, tentunya, dukungan semua pihak baik pemerintah maupun petani sangat diharapkan dalam rangka pemenuhan target nasional sebagai penghasil komoditi terbaik," ucapnya.

 

Sumber :
ANT
Advertorial
»