Jambi, Kompas -
Handi, pedagang pengumpul di Jambi, Jumat (22/1), mengatakan, permintaan dari konsumen terhadap kakao selama sepekan terakhir agak sepi. ”Padahal, pasokan dari petani terus melimpah di pasar. Kondisi ini yang memicu penurunan harga kakao,” kata Handi.
Kakao termasuk salah satu komoditas andalan Provinsi Jambi. Luas tanaman sekitar 1.200 hektar dengan volume produksi
Selain kakao, petani di Jambi juga memproduksi cengkeh dan kayu manis. Saat ini harga kedua komoditas masih stabil. Cengkeh kering dihargai Rp 90.000 per kilogram dan kayu manis Rp 10.000 per kilogram.
Sementara itu, permintaan terhadap karet alam jenis slab bersih kadar karet kering masih normal. Karet slab di tingkat petani berkisar Rp 9.500-Rp 9.800 per kilogram. Di tingkat pengepul, karet slab bersih 100 persen seharga Rp 24.900 per kilogram, karet slab bersih 70 persen Rp 17.430 per kilogram, dan karet slab bersih 50 persen Rp 12.450 per kilogram.
”Bertahannya harga karet di Jambi karena permintaan konsumen cenderung stabil setelah beberapa hari terakhir mengalami kenaikan. Harga di pasaran luar negeri juga tak banyak berubah,” kata Karman dari Gabungan Pengusaha Karet Indonesia Jambi.

