Senin, 28 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Senin, 28 Mei 2012 | 13:56 WIB
Hatta: Tak Ada "Reshuffle" Kabinet
Wahyu Satriani Ari Wulan | ksp | Senin, 18 Januari 2010 | 14:51 WIB
|
Share:

KOMPAS IMAGES/DHONI SETIAWAN
Menteri Keuangan sekaligus mantan Ketua Komite Stabilitas Sistem Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, memenuhi panggilan Tim Pansus Hak Angket Bank Century di Gedung MPR/DPR Senayan, Jakarta Pusat, Rabu 13/01/2010.

TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com — Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa menyatakan tidak ada perubahan kabinet atau reshuffle kabinet yang akan dilakukan oleh Presiden dalam waktu dekat ini. Hatta menyampaikan hal itu saat ditemui di kantornya, Jakarta, Senin (18/1/2010). 

"Tidak ada. Presiden tidak bicara soal reshuffle kabinet. Jangan dispekulasi," ungkap Hatta. 

Sebelumnya beredar kabar bahwa Presiden telah bertemu dengan Aburizal Bakrie dan membahas soal pergantian Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Dalam isu tersebut disebutkan bahwa pergantian Menkeu bakal dilakukan bulan depan. 

Menurut Hatta, sejauh ini jajaran menteri kabinet Indonesia Bersatu jilid II telah menjalankan tugasnya dengan baik. Bahkan, rencana aksi dalam program kerja 100 hari yang dilakukan oleh kementerian juga sudah mencapai lebih dari 90 persen. 

"Selama ini kami kan sudah evaluasi dan sampai hari ke-75 kan sudah di atas 90 persen," ujarnya. 

Ekonom BNI Tony Prasetiantono mengatakan, isu pencopotan menkeu ini perlu disikapi secara hati-hati. Menurutnya, kesalahan menkeu terkait pengucuran dana talangan Bank Century senilai Rp 6,7 triliun perlu dibuktikan lebih jauh. 

"Menurut saya, Sri Mulyani harus dibuktikan dulu kesalahannya. Kalau tidak, pasar bisa merepons negatif dan menimbulkan ketidakpastian," kata Tony. 

Tony menambahkan, kesepakatan antara Presiden dan Ical, panggilan akrab Aburizal Barie, akan menjadi preseden yang buruk dan menurunkan kredibilitas pemerintah. Ini menyebabkan kebijakan pemerintah ke depan menjadi tidak kredibel dan pasar sulit untuk diyakinkan. 

"Kelak, setiap ada masalah, solusinya adalah 'kesepakatan' atau 'deal politik'. Ini tidak sehat dan menurunkan kredibilitas pemerintah. Ini akan menyulitkan pemerintah memengaruhi pasar," ungkapnya. 
 

Tidak ada. Presiden tidak bicara soal 'reshuffle' kabinet. Jangan dispekulasi.
-- Hatta Rajasa
Advertorial
»