Senin, 28 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Senin, 28 Mei 2012 | 13:55 WIB
Soal Sri Mulyani, SBY Tidak Pernah Lakukan "Deal" Politik dengan Bakrie
Robert Adhi Ksp | ksp | Senin, 18 Januari 2010 | 14:24 WIB
|
Share:

KOMPAS IMAGES/DHONI SETIAWAN
Finance minister and former KSSK chief Sri Mulyani Indrawati before the Century inquiry committee, House of Rep. building, Central Jakarta, Jan. 13, 2010

TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com — Rumor bahwa Menteri Keuangan Sri Mulyani akan dicopot, Februari, tidak benar. Presiden SBY tidak pernah melakukan deal politik dengan Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie.

Hal ini diungkapkan oleh Staf Khusus Kepresidenan Andi Arief di Jakarta, Senin (18/1/2010). "Tidak benar itu (soal pemecatan Sri Mulyani)," ujar Andi.

Saat ini tersiar kabar bahwa Menteri Keuangan Sri Mulyani akan "dikorbankan" terkait pengucuran dana sebesar Rp 6,7 triliun. Sebagai gantinya, Anggito Abimanyu akan memegang jabatan Menkeu.

Alasan mantan Ketua KSSK itu diganti disebut-sebut karena banyak yang kecewa dengan keputusan Sri Mulyani menyelamatkan bank kecil, Bank Century.

Isu pencopotan ini disebut-sebut hasil kesepakatan antara Aburizal dan Presiden SBY pada Minggu (17/1/2010).

Menanggapi kabar tersebut, Andi Arief menegaskan, Presiden SBY tidak melakukan pertemuan dengan Ical, sapaan akrab Aburizal Bakrie, kemarin. Presiden sedang fokus dalam 100 hari program pemerintah.

"Sri Mulyani tetap pada posisinya. Tidak ada yang dikorbankan atau ada yang kecewa. Presiden ingin kasus Century terang benderang," ujar Andi.

Sri Mulyani tetap pada posisinya. Tidak ada yang dikorbankan atau ada yang kecewa. Presiden ingin kasus Century terang benderang.
-- Andi Arief
Advertorial
»