Jumat, 10 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Jumat, 10 Februari 2012 | 22:22 WIB
Menkeu Tak Menyesal Gelontorkan "Bailout" untuk Century
Caroline Damanik | wsn | Rabu, 13 Januari 2010 | 12:52 WIB
|
Share:

KOMPAS IMAGES/DHONI SETIAWAN
Menteri Keuangan sekaligus mantan Ketua Komite Stabilitas Sistem Keuangan KSSK, Sri Mulyani Indrawati memenuhi panggilan Tim Pansus Hak Angket Bank Century di Gedung Komplek Parlemen Senyan, Jakarta Pusat, Rabu 13/01/2010. Pemanggilan ini terkait dengan proses pengambilan keputusan bailout Bank Century yang merugikan negara senilai Rp 6,7 Triliun.

TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com — Menteri Keuangan Sri Mulyani mengaku tak menyesal menghasilkan keputusan penggelontoran dana bailout untuk Bank Century. Menurut Sri Mulyani, keputusan itu justru yang terbaik pada saat itu.

Keputusan itu dibutuhkan untuk Indonesia keluar dari krisis.

"Kalau disebutkan penyesalan, saya kira tidak. Saat itu, Indonesia situasinya dalam krisis. Keputusan itu dibutuhkan untuk Indonesia keluar dari krisis," tuturnya dalam pemeriksaan Pansus Hak Angket Pengusutan Kasus Bank Century DPR RI, Rabu (13/1/2010).

Sri Mulyani sebelumnya mengatakan, kondisi perekonomian Indonesia saat itu bukan dalam situasi normal. Ada kegentingan yang memaksa ketika situasi krisis global yang juga memengaruhi dunia sehingga mendorong negara melakukan kebijakan untuk mengantisipasi dirinya terkena terpaan krisis. "Kami juga terus berkonsultasi dengan Dewan sampai dihasilkan tiga perppu," lanjutnya.

Dikeluarkannya Perppu No 2, No 3 dan No 4 Tahun 2008 ini jelas menunjukkan situasi krisis keuangan global yang mengancam dalam negeri, yaitu dalam bentuk ancaman krisis terhadap kepercayaan masyarakat. "Dalam hal ini suasananya sistemik. Jadi apa Bank Century kalau dilihat dari size-nya memang kecil dan itu bisa bikin mengejutkan," ungkapnya.

Selain itu, lanjut Sri Mulyani, Presiden juga membuat garis kebijakan yang jelas untuk menghadapi krisis bahwa Indonesia tidak boleh jatuh dalam krisis keuangan seperti yang terjadi pada tahun 1997-1998.