JAKARTA, KOMPAS.com — Mantan bos Bank Century, Robert Tantular, mengaku sempat didamprat nasabah terbesarnya, Budi Sampoerna, setidak-tidaknya dua kali. Hal ini karena Bank Century tidak mampu mencairkan simpanannya. "Beliau waktu itu sedang membutuhkan dana untuk membeli tembakau. Kebutuhan dana sekitar Rp 1 triliun-Rp 1,5 triliun," ujar Robert pada pemeriksaan oleh Pansus Hak Angket Kasus Bank Century, Senin (11/1/2010) di DPR RI.
Pertama, Budi naik pitam ketika Robert menemuinya di Surabaya pada tanggal 8 November 2008. "Waktu itu, beliau merasa tidak senang. Cukup marah. Beliau bertanya hingga detail mengapa bisa seperti itu (kesulitan likuiditas)," ujar Robert.
Kedua, Budi marah ketika Robert menginformasikan bahwa Bank Century, yang merupakan gabungan dari Bank CIC, Bank Pikko, dan Bank Danpac, kalah kliring pada tanggal 14 November 2008.
Ditambahkan Robert, sejak kurun waktu Juli, Bank Century hanya mampu mencairkan dana Budi pada kisaran Rp 100 miliar-Rp 200 miliar.

