Jumat, 10 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Jumat, 10 Februari 2012 | 09:37 WIB
Lagi, Anggodo Tak Akan Penuhi Panggilan KPK
Ahmad Arif | made | Rabu, 6 Januari 2010 | 18:08 WIB
|
Share:

JAKARTA, KOMPAS.com — Anggodo Widjojo mangkir dari pemanggilan pertama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang dijadwalkan pada 31 Desember 2009. Anggodo juga berencana tak akan datang untuk memenuhi  pemanggilan kedua yang dijadwalkan KPK pada Kamis (7/1/2010).

Kuasa hukum Anggodo, Bonaran Situmeang, mengatakan, kliennya sudah menerima panggilan pertama. Sedangkan untuk pemanggilan kedua, Bonaran mengatakan masih belum menerimanya. ”Tetapi, Anggodo memang tak akan memenuhi panggilan KPK,” kata dia.

Bonaran beralasan, sesuai arahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, perkara terkait Anggodo sebaiknya dihentikan. "Karena dalam pidatonya, Presiden menyebutkan, kasus Bibit dan Chandra (Wakil Ketua KPK) sebaiknya dihentikan demi asas keadilan. Perkara Bibit dan Chandra terkait dengan Anggodo. Kalau perkara Bibit dan Chandra dihentikan, kenapa perkara Anggodo diteruskan?” kata Bonaran, yang mengaku sudah mengirim surat ke Presiden SBY.

Selain menghentikan perkara Anggodo, Bonaran juga meminta KPK menghentikan pengusutan perkara Anggoro Widjojo, kakak Anggodo, yang juga tersangka korupsi proyek Sistem Komunikasi Radio Terpadu di Departemen Kehutanan dan Direktur Utama PT Masaro Radiokom.

”Presiden sudah memberi arahan agar perkara ini dihentikan demi keadilan. Kalau KPK berani meneruskan kasus Anggodo seperti melawan arahan Presiden,” kata dia.

Menurut Bonaran, pihaknya sudah mengirim surat kepada Ketua KPK pada tanggal 30 Desember 2009 agar perkara Anggodo dihentikan.

Anggodo Widjojo adalah pengusaha yang namanya disebut-sebut dalam rekaman pembicaraan antara dia dan sejumlah petinggi Kejaksaan Agung serta Kepolisian Negara RI. Rekaman itu diputar dalam sidang Mahkamah Konstitusi pada 3 November 2009.